Budakkorporat Stories

Refine by tag:
budakkorporat
budakkorporat

2 Stories

  • Angle "Dark Comedy & Corporate Slavery" by HasedaGeanz
    HasedaGeanz
    • WpView
      Reads 22
    • WpPart
      Parts 13
    Setiap pekerja kantoran pasti pernah punya satu fantasi gelap yang disembunyikan rapat-rapat: melempar laptop ke wajah bos, memaki HRD, atau menekan tombol alarm kebakaran saat disuruh lembur tak dibayar di hari Jumat. Bagi Tomun, pemuda Dayak yang urat takutnya sudah putus setelah pesawat ekonominya nyaris hancur berkeping-keping di udara, fantasi itu bukanlah angan-angan. Itu adalah to-do list. Selamat dari kiamat cuaca ternyata hanya pengantar menuju neraka yang lebih banal: desak-desakan maut di KRL Manggarai, kamar kos seukuran kandang ayam, dan atasan SCBD berompi salju yang berbicara dengan bahasa alien (synergize, helicopter view, bandwidth). Muak dengan kebohongan sistem, Tomun membalasnya dengan cara yang sangat tradisional: ia memutus kabel fiber optic server utama perusahaannya menggunakan sabetan pedang pusaka Mandau peninggalan leluhurnya. Bukannya dipenjara, aksi kriminal brutalnya malah disembah sebagai "Inovasi Siber Level Dewa" oleh ekosistem tech-bro Jakarta yang sudah putus asa. Berbekal uang kaget satu milyar rupiah-yang langsung ia pakai untuk membalas dendam pada ibu kosnya-dan setelan jas bespoke puluhan juta, Tomun kini disewa oleh taipan Old Money. Misinya? Menyusup ke Bursa Efek Indonesia dan membatalkan pencatatan saham IPO bodong senilai 20 Triliun Rupiah. Ini bukan cerita motivasi murahan tentang anak daerah yang sukses meniti karier. Ini adalah surat cinta berdarah untuk kalian semua yang gajinya habis hanya untuk membayar cicilan dan membiayai gaya hidup bos kalian.
  • Jamea's Diary by morraetvenn
    morraetvenn
    • WpView
      Reads 246
    • WpPart
      Parts 15
    Setiap kantor punya satu Jamea. Jamea bukan superhero. Dia nggak bisa terbang, nggak punya kekuatan super, dan bahkan nggak punya privilege buat bilang "aku cuti ya" tanpa harus melewati tujuh lapis approval dan tatapan sinis. Yang dia punya cuma satu: lanyard yang menggantung seperti beban hidup, dan wajah lelah yang selalu siap standby. Buku ini bukan buku motivasi. Ini bukan tentang "mengubah dunia lewat kerja keras" atau "menjadi versi terbaik dirimu di tempat kerja." Enggak. Ini tentang kenyataan. Tentang seseorang yang hanya ingin libur tapi malah disuruh standby. Tentang seorang karyawan yang mencoba bertahan hidup di tengah logika kantor yang kadang lebih absurd dari teori konspirasi. "Jamea's Diary" adalah kumpulan kisah nyata-meski terasa fiksi karena begitu konyolnya-tentang kehidupan seorang Jamea. Bukan untuk menginspirasi. Tapi untuk menemani. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan solusi, tapi validasi. Kalau kamu ketawa sambil mengelus dada pas baca ini, berarti kamu nggak sendirian. Dan itu... sudah cukup.