musafi12
Cemburuku padamu serupa bunga bangkai yang cemburu pada bunga mawar. Aku tak mau ia lebih harum dari aku yang dekil ini.
Aku sudah beri tahu, bahwa cinta hanya ada ketika sadar akan diri yang menguasai rindu. Rindu setelah cinta singgah.
Aku bahkan pernah berkata, bahwa rasa sayang tak pernah ragu meski terhadang diam. Dalam diam yang marah.
Jangan pernah meniru cinta api pada kayu, terlalu marah cintanya hingga berujung pada pelampiasan dan menjadi abu. Hambar tanpa rindu.
Percayalah, bunga bangkai punya dunianya sendiri begitupun dengan bunga mawar. Dan aku, memilih bunga bangkai, yang hanya di anggap bau tak sedap namun bersahaja tanpa cerca.
Tak seperti bunga mawar, selalu dilirik dan menjadi pusat perhatian. Anggapku, itu tak tenang dan tak bisa menikmati sejengkal hidup yang di berikan Tuhan. Tapi itu anggapku, entahlah kalau anggapmu. Aku tak peduli.
---Mr. Djan