lifeofpiiko
Di kota di mana detak jantungmu bisa diprogram dan senyumanmu diatur algoritma, mencintai dengan jujur adalah tindak kriminal paling berbahaya."
Bagi jutaan pasang mata, Nirmala adalah dewi kesempurnaan di layar kaca. Namun di balik riasan tanpa cela, setiap getar saraf, keringat, dan desah napasnya dikunci paksa oleh gelang Neural-Sync milik Girindra-menjadikannya boneka mati rasa dalam penjara digital yang mewah.
Baswara (Was) adalah siswa beasiswa miskin yang hidup di antara desis tabung oksigen ibunya yang sekarat dan debu komponen elektronik pasar gelap. Was menolak tunduk pada simulasi. Bersenjatakan pita magnetik analog usang peninggalan ayahnya, Was menyusup ke frekuensi sekolah hanya untuk membisikkan satu hal: manusia berhak merasa sakit.
Namun saat frekuensi analog Was menembus telinga Nirmala, sesuatu yang tak pernah dihitung algoritma terjadi: dua detak jantung yang rusak saling menemukan resonansinya.
Di sudut laboratorium seni yang terbengkalai dan pelarian di bawah hujan Jakarta, sentuhan tangan yang dingin berubah jadi percikan rasa yang tak bisa diformat ulang. Was menjadi satu-satunya orang yang memandang Nirmala sebagai manusia, sementara Nirmala menjadi alasan Was untuk tidak menyerah pada dunia yang menindasnya.
Tapi mencintai di dunia simulasi menuntut harga yang teramat mahal. Saat konspirasi eksperimen saraf terlarang dibongkar dan oksigen ibunya diputus sebagai pembalasan, Was dan Nirmala harus memilih: menyerah pada harmoni palsu yang aman, atau mempertaruhkan nyawa demi menjaga rasa yang tak pernah bisa diatur oleh kode apa pun.
Mampukah getaran detak jantung yang rapuh dan saling mencinta mengalahkan tirani algoritma yang mematikan jiwa?