bintarobastard
Gerimis Damba Nirwana adalah perwujudan dari seorang abdi negara yang ideal. Dia tenang, metodis, patuh pada protokol, dan selalu percaya bahwa setiap krisis kemanusiaan bisa diselesaikan melalui birokrasi yang rapi dan laporan dinas di atas meja. Geri adalah tipe birokrat yang memilih untuk tidak menciptakan riak di dalam sistem. Di luar jam dinasnya yang kaku, Geri mengasingkan diri dalam hobi yang sunyi namun mendalam: mengoleksi dan merawat kain-kain etnis Nusantara. Baginya, setiap helai wastra tradisional adalah anyaman sejarah yang jujur-kontras dengan dunia diplomasi yang penuh kepalsuan. Dia adalah seorang pengamat yang tekun, juru kurasi yang teliti, yang mengira hidupnya akan aman selama dia mematuhi aturan permainan.
Namun, seluruh dunia Geri yang teratur itu runtuh tanpa sisa saat dia ditugaskan ke Perbatasan Atambua, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau arus pekerja migran di Pos Lintas Batas Negara yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Di tanah yang gersang dan berdebu itulah, takdir mempertemukannya dengan Lentera Angkasa Muson. Berbeda dengan Geri yang kaku, Muson adalah seorang aktivis garis depan dari sebuah LSM lokal anti-human trafficking Muson adalah badai; dia vokal, berani, meledak-ledak, dan bergerak di akar rumput desa-desa terpencil NTT untuk memburu para calo perdagangan manusia.
Pertemuan pertama mereka di sebuah festival kebudayaan di Ende, Flores. Di tengah kepulan asap kopi dan temaram lampu gantung, tangan keduanya terulur pada waktu yang bersamaan-berebut selembar kain tenun ikat motif Rombo yang sama. membuka jalan bagi sebuah hubungan yang mendalam namun harus dirahasiakan rapat-rapat di bawah karpet birokrasi. Muson adalah "lentera" yang menyalakan kembali hati nuraninya, sementara kain-kain tenun yang mereka kagumi bersama menjadi simbol bisu dari cinta mereka yang tersembunyi.