Ceritahomo قصص

التنقيح بـ وسم:
ceritahomo
WpAddceritagay
WpAddalexate
WpAddgayindonesia
WpAddceritagayindonesia
WpAddyaoinovel
WpAddlgbt
WpAddmxm
WpAddjakarta
WpAddbxb
WpAddgay
WpAddromance
ceritahomo
WpAddceritagay
WpAddalexate
WpAddgayindonesia
WpAddceritagayindonesia
WpAddyaoinovel
WpAddlgbt
WpAddmxm
WpAddjakarta
WpAddbxb
WpAddgay
WpAddromance

29 قصص

  • Pria Pohon dan Matahari yang terburu buru : Ayat 3 بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 2,561
    • WpPart
      فصول 39
    LDR LDR LDR.... bersama gak selalu harus sama sama kan....? setelah beberapa tahun bersama hubungan Mas Jati dan Ale makin kuat dengan segala dinamikanya walaupun harus beraktivitas di kota yang berbeda... bersama dengan orang orang di dunianya mereka dengan berat harus menyadari bahagia itu gak linier dan setiap manusia punya definisi masing masing tentangnya
  • SETELAH SEGALANYA بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 5,207
    • WpPart
      فصول 19
    Daniel kembali ke Jakarta setelah beberapa tahun mengasingkan diri ke Semarang.... mencoba kembali menjalani kehidupan setelah trauma yang dialaminya... trauma yang sempat membuat kehebohan Nasional.... trauma yang tak sengaja membongkar kebobrokan sistem yang membuatnya memiliki banyak musuh.... dan jika ini semua menyebabkan luka hanya satu yang ingin Daniel lakukan.... menyembuhkan semuanya.....
  • Pencuri Di Sarang Penyamun 03 بقلم precatorius
    precatorius
    • WpView
      مقروء 10,894
    • WpPart
      فصول 1
    Mau nawarin cewek, katanya loe lagi pisahan sama bini loe, siapa tahu loe butuh pengganti hahahahaha! " jawab pria yang bernama Bram, sepertinya dia kenal akrab dengan Aang. "Hahaha dasar loe, pisah sama bini kan masih bisa cara yang lain, tak perlu dengar bawelnya pula" .
  • Disneyland Boy بقلم anonymos_04
    anonymos_04
    • WpView
      مقروء 1,841
    • WpPart
      فصول 5
    Liam, a boy in Orlando, Florida, US, who usually go to Disneyland with his mom. He's a happy boy and love his mom so much. One day his mom got sick and died, and since that time, his life turn to be gloomy and sad. That's keep going on until he met a boy that change his life. This is my first English story. Written by my bestfriend, Will, and me since last September. This story took place on 2009 and 2019. I assume this as short story-teen fiction boyslove.
  • Pencuri di Sarang Penyamun 04 بقلم precatorius
    precatorius
    • WpView
      مقروء 12,557
    • WpPart
      فصول 1
    "Aang, kapan dirimu kembali sehingga aku bisa berlari dari hal semacam ini? " guman Adi dalam hati sambil menyelipkan kontolnya di antara belahan pantat Zakky.
  • Stranger - Cheolsoo بقلم sxxoie
    sxxoie
    • WpView
      مقروء 3,486
    • WpPart
      فصول 4
    "Ah ternyata kau seorang pria" Yaa... lalu? Salah jika aku mencintai pria juga?
  • monsoon rain  بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 639
    • WpPart
      فصول 10
    Gerimis Damba Nirwana adalah perwujudan dari seorang abdi negara yang ideal. Dia tenang, metodis, patuh pada protokol, dan selalu percaya bahwa setiap krisis kemanusiaan bisa diselesaikan melalui birokrasi yang rapi dan laporan dinas di atas meja. Geri adalah tipe birokrat yang memilih untuk tidak menciptakan riak di dalam sistem. Di luar jam dinasnya yang kaku, Geri mengasingkan diri dalam hobi yang sunyi namun mendalam: mengoleksi dan merawat kain-kain etnis Nusantara. Baginya, setiap helai wastra tradisional adalah anyaman sejarah yang jujur-kontras dengan dunia diplomasi yang penuh kepalsuan. Dia adalah seorang pengamat yang tekun, juru kurasi yang teliti, yang mengira hidupnya akan aman selama dia mematuhi aturan permainan. Namun, seluruh dunia Geri yang teratur itu runtuh tanpa sisa saat dia ditugaskan ke Perbatasan Atambua, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau arus pekerja migran di Pos Lintas Batas Negara yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Di tanah yang gersang dan berdebu itulah, takdir mempertemukannya dengan Lentera Angkasa Muson. Berbeda dengan Geri yang kaku, Muson adalah seorang aktivis garis depan dari sebuah LSM lokal anti-human trafficking Muson adalah badai; dia vokal, berani, meledak-ledak, dan bergerak di akar rumput desa-desa terpencil NTT untuk memburu para calo perdagangan manusia. Pertemuan pertama mereka di sebuah festival kebudayaan di Ende, Flores. Di tengah kepulan asap kopi dan temaram lampu gantung, tangan keduanya terulur pada waktu yang bersamaan-berebut selembar kain tenun ikat motif Rombo yang sama. membuka jalan bagi sebuah hubungan yang mendalam namun harus dirahasiakan rapat-rapat di bawah karpet birokrasi. Muson adalah "lentera" yang menyalakan kembali hati nuraninya, sementara kain-kain tenun yang mereka kagumi bersama menjadi simbol bisu dari cinta mereka yang tersembunyi.
  • 19 بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 1,584
    • WpPart
      فصول 24
    Di awal tahun 2020, dunia mendadak remuk oleh pandemi. Solo dan Jakarta-dua kota yang biasanya riuh oleh lalu-lalang manusia-tiba-tiba membisu, menahan napas di antara deru sirene ambulans dan pengumuman lockdown. Di tengah krisis ini, dua pria yang hampir kehilangan dirinya sendiri justru menemukan kembali jejak masa lalu yang sempat mereka kubur rapat-rapat. Hening Sandikala, 35 tahun, seorang pelukis melankolis yang baru saja menggelar pameran tunggal di galeri tua Mangkunegaran, Solo, bersiap pulang ke Jakarta. Ia telah lama membiasakan diri hidup di bayang-bayang kanvas, cat minyak, dan keraguan-sendirian, berpindah-pindah kota, ditemani sahabat setia seperti Devi si kurator galeri yang vokal, atau Nyi Samiyem, ibu kos klasik yang terlalu peka membaca isi hatinya. Di bandara Adi Sumarmo yang lengang, ketika semua orang menunggu hasil swab test, Hening bertemu lagi dengan sepasang mata yang tak pernah benar-benar hilang dari ingatannya-Tawa Suryanegara, 36 tahun. Dulu Tawa hanyalah pemuda penjaga toko buku kecil di Karet Belakang Jakarta-tempat Hening remaja menukar uang dan puisi diam-diam di balik konter kayu, masa lalu yang tercabut mendadak oleh krisis moneter '98. Kini Tawa adalah pemilik rumah makan ayam kremes yang harus menutup salah satu cabangnya karena pandemi Dua pria ini tumbuh, terluka, lalu berputar di orbit kehidupan yang berbeda-namun selalu gagal benar-benar saling melupakan. Sekeliling mereka, dunia juga berputar: Pandemi memaksa semua orang diam, namun justru di situlah kerinduan dan cinta yang tertunda-sejak remaja, sejak toko buku yang sunyi, sejak dunia berubah jadi lebih takut pada diri sendiri-akhirnya diberi ruang untuk bicara. Di antara ruang tunggu bandara, rapat daring, pesan-pesan WhatsApp, dan lorong kota yang makin sepi, Hening dan Tawa akhirnya menatap lagi semua yang sempat tak selesai.
  • USTAD RAJA بقلم Rakuntelaga_
    Rakuntelaga_
    • WpView
      مقروء 14,331
    • WpPart
      فصول 5
    21+
    +7 أكثر
  • Menaklukan Mertua بقلم Rakuntelaga_
    Rakuntelaga_
    • WpView
      مقروء 5,732
    • WpPart
      فصول 4
    21+
  • Polusi Di Atas Polisi بقلم gummy247bear
    gummy247bear
    • WpView
      مقروء 16,316
    • WpPart
      فصول 14
    Wibawa absolut seorang perwira polisi paruh baya bertubuh masif runtuh tak bersisa saat ia terjebak dalam adiksi fisik dan psikologis dengan seorang pemuda jalanan berotot kawat yang memancarkan bahaya. Melalui serangkaian pertemuan kotor yang dipenuhi aroma keringat aspal, dari ruang tamu pengap hingga transaksi rahasia di kamar hotel mewah, sang perwira menyadari bahwa kehancuran egonya di bawah dominasi pemuda misterius itu adalah jalan satu-satunya untuk menemukan cinta dan kebebasan yang paling brutal.
  • long weekend بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 916
    • WpPart
      فصول 21
    Bagi Aqua, umur dua puluh delapan tahun adalah puncak dari lelucon hidupnya. Sebagai desainer di balik layar, dia tidak pernah menyangka bahwa mahakarya sekaligus hubungan rahasia yang dijaganya rapat-rapat, ternyata hanyalah sebuah tangga sosial. Borneo, model yang menjadi muse-nya, berselingkuh dengan seorang anggota dewan demi memanjat strata Jakarta. Hancur dan dikhianati, Aqua memilih kabur. Momennya tepat di awal long weekend-saat seluruh Jakarta berbondong-bondong memadati stasiun untuk mencari pelarian. Namun, saat orang lain mencari kesenangan, Aqua hanya ingin mengalir pergi ke Yogyakarta, menyelamatkan sisa jiwanya yang remuk. Di sudut lain peron yang sama, Geni duduk dengan amarah yang membakar dada. Pemilik rental komik vintage di Gejayan ini justru bergerak melawan arus mudik liburan, menuju Cirebon. Geni dirongrong rasa bersalah di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang merayakan libur panjang Namun, semesta punya cara sendiri untuk memaksakan sebuah jeda. Badai besar di tengah long weekend itu melumpuhkan jalur kereta. Perjalanan mereka tertahan. Mereka terdampar di malam yang dingin di Stasiun Ciledug-sebuah titik transit sunyi yang terkunci oleh cuaca buruk, menjauhkan mereka dari tujuan masing-masing. Bagi dua orang asing yang bergerak ke arah berlawanan ini, tertahan di stasiun kecil adalah sebuah ironi. Namun, di sinilah mereka sadar yang mereka butuhkan sebenarnya Sebuah long weekend bagi jiwa mereka yang lelah. "Lo tahu apa yang terjadi sama Borneo kalau gak ada Aqua? Kebakaran hutan, *f*ing* kebakaran hutan." Di stasiun yang terisolasi itu, di tengah long weekend yang memaksa dunia luar berhenti bergerak, mereka tidak lagi berlari. Mereka mulai menyadari bahwa badai di Ciledug malam itu mungkin bukan hadir untuk mengacaukan rencana liburan atau menghentikan perjalanan mereka. Badai itu datang untuk memberi mereka apa yang benar-benar mereka cari dari kata 'libur': sebuah jeda
  • dua matahari بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 2,296
    • WpPart
      فصول 16
    Jakarta memiliki dua matahari yang tak seharusnya berpapasan. Di puncak menara gading, ada Julian Bagaskara, "Matahari Harapan Bangsa" yang bersinar terang namun tercekik oleh citra sempurnanya sendiri. Di aspal jalanan yang keras, ada Weruh Srengenge, "Matahari Jalanan" yang membakar kulit dengan realitas pahit ibu kota. Ketika sebuah ledakan meruntuhkan panggung sandiwara politik, Julian terlempar dari singgasananya ke boncengan motor butut Weruh. Pelarian ini menyeret Sang Capres masuk ke labirin gang tikus Jakarta, memaksanya menatap silau kebenaran di mata Weruh. Ini adalah kisah tentang dua cahaya yang bertabrakan di tengah kekacauan: satu yang menyilaukan mata, dan satu yang menghangatkan jiwa.
  • Mendera  Dara  بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 1,161
    • WpPart
      فصول 32
    Di bawah rimbunnya kanopi pohon kamboja TPU Tanah Kusir, Udara Fajar Perkasa menanggalkan zirah pualamnya. Jauh dari kemegahan Menara Nusantara Mas lantai enam puluh, sang CEO raksasa yang selalu tampil dingin itu luruh menjadi manusia biasa di depan pusara cinta pertamanya, Dharma Pratama. Kunjungannya sore ini bukan sekadar ziarah pelipur lara, melainkan sebuah monolog sunyi dari seorang pria yang perlahan-lahan tercekik oleh kesepian absolut. Di hadapan nisan bisu itu, Dara menelanjangi kekosongan jiwanya yang paling gelap. Sebuah pengasingan psikologis yang tak kasatmata namun konstan telah mematikan sisa-sisa harapan di dadanya. Dara memiliki postur raksasa yang mampu mengintimidasi siapa pun di ruang rapat, namun di dalam, jiwanya mengerut kedinginan tanpa ada satu pun tempat untuk berlabuh. Tidak ada musuh yang secara frontal menyerangnya; ia dibunuh secara perlahan dengan cara dibuat merasa tak kasatmata dan tidak relevan di dalam kerajaannya sendiri. Saat senja mulai turun menyelimuti Tanah Kusir, Dara akhirnya menelan realitasnya yang paling beku. Tidak ada satu pun tangan di dunia ini yang sudi menopangnya. Ia bangkit meninggalkan makam Dharma, mengenakan kembali topeng porselennya yang kaku. Dara melangkah pergi menyongsong kegelapan ibu kota, menyadari sepenuhnya bahwa ia harus memimpin imperium Nusantara Mas sendirian, meniti tali tipis kewarasan sebagai seorang raja yang bertakhta dalam isolasi abadi.
  • menemukan Dara  بقلم bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      مقروء 308
    • WpPart
      فصول 9
    Di sudut Rawa Buntu yang berdebu, di mana matahari Serpong terasa lebih purba dan menyengat, berdiri sebuah anomali: Mansion Bintang Utara. Bangunan kolonial putih tulang dengan jendela-jendela melengkung ini bukan sekadar penginapan butik kelas atas. Bagi Udara Fajar Perkasa (Dara) dan Pramudito Askara (Ditto), ia adalah sebuah suaka-tempat di mana waktu berjalan lebih lambat dan luka masa lalu perlahan memudar. Tahun 2025 membawa mereka ke sini, jauh dari bisingnya pusat kota dan bayang-bayang nama besar yang pernah mengekang jiwa mereka. Setelah badai hidup yang meruntuhkan segala kemewahan dan harga diri, Ditto menemukan kedamaian yang tak pernah ia sangka. Mantan eksekutif yang terbiasa dengan lantai dingin gedung pencakar langit kini belajar menemukan kepuasan dalam hal-hal sederhana: meracik sarapan untuk tamu, memastikan setiap sudut hotel terasa hangat, dan menatap langit sore bersama pria yang menerima segala cacat dirinya tanpa syarat. Dara adalah jangkar bagi Ditto. Pria tangguh dengan masa lalu yang tak kalah kelam itu kini menjadi sosok pelindung yang lembut. Di balik sifatnya yang terkadang tenang dan misterius, Dara telah menemukan rumah dalam diri Ditto. Mereka berbagi keseharian yang organik; rutinitas yang sederhana, tawa di meja makan, dan ranjang yang menjadi tempat mereka melepas topeng dunia. ini adalah sebuah kisah tentang penebusan, tentang keberanian untuk menjadi rentan, dan tentang dua orang yang terluka yang memilih untuk berhenti berlari. Di sini, di bawah naungan pohon trembesi tua dan temaram lampu hotel di malam hari, mereka belajar bahwa terkadang, untuk menjadi utuh kembali, seseorang harus berani melepaskan segalanya-bahkan nama besar yang selama ini mendefinisikan siapa mereka sebenarnya.