bintarobastard
Bagi Aqua, umur dua puluh delapan tahun adalah puncak dari lelucon hidupnya.
Sebagai desainer di balik layar, dia tidak pernah menyangka bahwa mahakarya sekaligus hubungan rahasia yang dijaganya rapat-rapat, ternyata hanyalah sebuah tangga sosial. Borneo, model yang menjadi muse-nya, berselingkuh dengan seorang anggota dewan demi memanjat strata Jakarta. Hancur dan dikhianati, Aqua memilih kabur.
Momennya tepat di awal long weekend-saat seluruh Jakarta berbondong-bondong memadati stasiun untuk mencari pelarian. Namun, saat orang lain mencari kesenangan, Aqua hanya ingin mengalir pergi ke Yogyakarta, menyelamatkan sisa jiwanya yang remuk.
Di sudut lain peron yang sama, Geni duduk dengan amarah yang membakar dada. Pemilik rental komik vintage di Gejayan ini justru bergerak melawan arus mudik liburan, menuju Cirebon. Geni dirongrong rasa bersalah di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang merayakan libur panjang
Namun, semesta punya cara sendiri untuk memaksakan sebuah jeda.
Badai besar di tengah long weekend itu melumpuhkan jalur kereta. Perjalanan mereka tertahan. Mereka terdampar di malam yang dingin di Stasiun Ciledug-sebuah titik transit sunyi yang terkunci oleh cuaca buruk, menjauhkan mereka dari tujuan masing-masing.
Bagi dua orang asing yang bergerak ke arah berlawanan ini, tertahan di stasiun kecil adalah sebuah ironi. Namun, di sinilah mereka sadar yang mereka butuhkan sebenarnya Sebuah long weekend bagi jiwa mereka yang lelah.
"Lo tahu apa yang terjadi sama Borneo kalau gak ada Aqua? Kebakaran hutan, *f*ing* kebakaran hutan."
Di stasiun yang terisolasi itu, di tengah long weekend yang memaksa dunia luar berhenti bergerak, mereka tidak lagi berlari. Mereka mulai menyadari bahwa badai di Ciledug malam itu mungkin bukan hadir untuk mengacaukan rencana liburan atau menghentikan perjalanan mereka. Badai itu datang untuk memberi mereka apa yang benar-benar mereka cari dari kata 'libur': sebuah jeda