Historias de Ceritahomo

Buscar por etiqueta:
ceritahomo
WpAddceritagayindonesia
WpAddgayindonesia
WpAddjakarta
WpAddbxb
ceritahomo
WpAddceritagayindonesia
WpAddgayindonesia
WpAddjakarta
WpAddbxb

21 Historias

  • Disneyland Boy por anonymos_04
    anonymos_04
    • WpView
      LECTURAS 1,640
    • WpPart
      Partes 5
    Liam, a boy in Orlando, Florida, US, who usually go to Disneyland with his mom. He's a happy boy and love his mom so much. One day his mom got sick and died, and since that time, his life turn to be gloomy and sad. That's keep going on until he met a boy that change his life. This is my first English story. Written by my bestfriend, Will, and me since last September. This story took place on 2009 and 2019. I assume this as short story-teen fiction boyslove.
  • Pria Pohon dan Matahari yang terburu buru : Ayat 3 por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 2,208
    • WpPart
      Partes 39
    LDR LDR LDR.... bersama gak selalu harus sama sama kan....? setelah beberapa tahun bersama hubungan Mas Jati dan Ale makin kuat dengan segala dinamikanya walaupun harus beraktivitas di kota yang berbeda... bersama dengan orang orang di dunianya mereka dengan berat harus menyadari bahagia itu gak linier dan setiap manusia punya definisi masing masing tentangnya
  • Pencuri di Sarang Penyamun 04 por precatorius
    precatorius
    • WpView
      LECTURAS 12,148
    • WpPart
      Partes 1
    "Aang, kapan dirimu kembali sehingga aku bisa berlari dari hal semacam ini? " guman Adi dalam hati sambil menyelipkan kontolnya di antara belahan pantat Zakky.
  • hikayat rumah kembang sepatu por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 398
    • WpPart
      Partes 32
    Tangerang 1920 ​Di tepian Sungai Cisadane yang keruh, Terang Ong mengubur separuh jiwanya. Ia meninggalkan Hidup-anak pungut liar yang menjadi belahan jiwanya-demi mengejar cahaya palsu di Grogol. ​Terang membangun istana di atas pasir: sebuah kehidupan terhormat bersama Pandu Van Rijk, ningrat Indo yang rapuh, dan Wangi, istri naif yang menjadi tameng bagi dosa-dosa mereka. Di balik tembok tebal Villa Van Rijk, rahasia dijaga ketat, dan hasrat dibungkam demi nama baik. ​Namun, masa lalu tidak bisa dibendung selamanya. ​Tiga tahun kemudian, Hidup kembali dari kematian. Ia bukan lagi kuli kasar yang bisa diusir, melainkan saudagar opium dengan tatapan sedingin sungai saat banjir. Kehadirannya di Grogol mengguncang pondasi rapuh yang dibangun Terang, membawa serta badai yang mengancam akan menelanjangi setiap kebohongan. ​Di antara cinta yang tak terucap dan sumpah yang dilanggar, satu pertanyaan menghantui: seberapa jauh seseorang berani lari dari bayangannya sendiri? ​
  • rumah kembang sepatu  por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 525
    • WpPart
      Partes 12
    ​"Satu mesin faks rusak. Satu pesan yang tak seharusnya ada." ​Toya Darmawan (29) melarikan diri ke Tangerang untuk mengubur rasa malu dan patah hati. Kekasih rahasianya, Binar, memilih menikahi wanita lain-ironisnya, wanita yang justru dikenalkan oleh Toya sendiri. Merasa "tumpul" dan kehilangan arah, Toya menerima proyek restorasi di "Rumah Kembang Sepatu", sebuah bangunan tua berasitektur Cina Benteng di tepi Sungai Cisadane yang menyimpan kesunyiannya sendiri. ​Rumah itu seharusnya menjadi tempat persembunyian yang tenang. Namun, pada satu malam badai, keheningan pecah. Sebuah mesin faks Panasonic usang yang teronggok berdebu di ruang kerja mendadak hidup. Tanpa listrik, tanpa kabel telepon, mesin itu menjeritkan suara mekanis dan memuntahkan kertas termal berisi pesan misterius. ​Seseorang di ujung sana menyapa, seolah-olah ia sedang duduk di ruangan yang sama, menatap hujan yang sama. ​Apa yang bermula dari ketakutan akan teror, perlahan berubah menjadi rasa penasaran yang mematikan. Toya mendapati dirinya terlibat percakapan intens dengan sosok tanpa wajah di balik mesin mati itu. Sosok yang menyebut dirinya "Tombak" . Sosok yang entah bagaimana, mengetahui rahasia-rahasia rumah itu sebelum Toya menyadarinya. ​Di antara dering mesin faks tengah malam, Toya mulai mempertanyakan kewarasannya. Apakah ini lelucon kejam dari seseorang yang mengawasinya? Hantu masa lalu yang gentayangan? Ataukah Toya sedang jatuh cinta pada ilusi yang ia ciptakan sendiri untuk mengobati sepinya? ​Toya harus mencari tahu siapa yang berada di ujung sana sebelum ia kehilangan dirinya sendiri. Namun, beberapa jawaban mungkin lebih baik dibiarkan tak tertulis. rumah kembang sepatu
  • SETELAH SEGALANYA por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 4,605
    • WpPart
      Partes 19
    Daniel kembali ke Jakarta setelah beberapa tahun mengasingkan diri ke Semarang.... mencoba kembali menjalani kehidupan setelah trauma yang dialaminya... trauma yang sempat membuat kehebohan Nasional.... trauma yang tak sengaja membongkar kebobrokan sistem yang membuatnya memiliki banyak musuh.... dan jika ini semua menyebabkan luka hanya satu yang ingin Daniel lakukan.... menyembuhkan semuanya.....
  • Stranger - Cheolsoo por sxxoie
    sxxoie
    • WpView
      LECTURAS 3,402
    • WpPart
      Partes 4
    "Ah ternyata kau seorang pria" Yaa... lalu? Salah jika aku mencintai pria juga?
  • Pencuri Di Sarang Penyamun 03 por precatorius
    precatorius
    • WpView
      LECTURAS 10,498
    • WpPart
      Partes 1
    Mau nawarin cewek, katanya loe lagi pisahan sama bini loe, siapa tahu loe butuh pengganti hahahahaha! " jawab pria yang bernama Bram, sepertinya dia kenal akrab dengan Aang. "Hahaha dasar loe, pisah sama bini kan masih bisa cara yang lain, tak perlu dengar bawelnya pula" .
  • the eternity origins : KKN karang Satru por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 652
    • WpPart
      Partes 15
    ​Yogyakarta, Juli 2006. ​Dua bulan pasca-gempa tektonik 5,9 Skala Richter yang meretakkan tulang punggung tanah Jawa, Allegro Fajar Harison- memutuskan untuk melakukan bunuh diri sosial: melarikan diri ke pusat bencana lain.SKS-nya sudah habis, skripsinya di bab akhir, dan namanya tercatat sebagai asisten dosen termuda yang brilian. Ia tidak butuh KKN . Pak Purwandi-dosen pembimbing sekaligus mentor -sudah memberikan "kartu bebas penjara". ​ "Bapak bisa masukkan kamu ke proyek penelitian dosen ​Setiap kali Ale menatap wajah tua Pak Purwandi yang teduh, ia tidak melihat seorang mentor. Ia melihat wajah seorang ayah yang kehilangan menantunya. ​Ale tidak bisa menerima tawaran Pak Purwandi karena rasa bersalah dan dosa nya. Ale adalah mantan kekasih gelap Jati. Ia "pencuri" yang mencintai suami putri dosennya sendiri. Bertahan di Jogja berarti harus terus berpura-pura berduka sebagai "teman", sementara ia ingin meraung sebagai "pasangan". ​Ale harus pergi. Ia harus mencari tempat di mana tidak ada satu pun manusia mengingatkannya pada mas Jati. ​Maka, ia memilih unit KKN di lokasi Pedukuhan Karang Satru. daerah rawan konflik tambang pasir yang juga hancur lebur oleh gempa. ​Namun, Karang Satru bukanlah tempat rehabilitasi.Di sanalah Ale bertemu dengan orang-orang yang akan memaksanya menghadapi iblis dalam dirinya. ​Raung Cakramenggala. Mahasiswa Teknik Pertambangan yang dengan penuh cemooh berkata "Gue pro-tambang. Kalau lo nggak mau kotor, balik ke kampus, Tuan Asisten Dosen." ​lalu Mahakam Kartadirja. Adik tingkat Ale. ia adalah pemuda yang terlalu polos untuk tempat sekeras Karang Satru. ​Dan yang ketiga... ​Wahid. ​Ale melihatnya di senja hari berdiri di dekat tiang bendera halaman posko yang berkarat. Dia mengenakan seragam dinas PNS warna khaki ​tampan, dengan cara yang meresahkan. ​Ale bisa mendengar bisikannya ,sebuah undangan untuk mengungkap rahasia Karang Satru, ​Absensi sudah berjalan, dan tanah Karang Satru suda
  • Babad Karang Satru por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 715
    • WpPart
      Partes 30
    Karang Satria tidak lahir dari kedamaian, melainkan dari sisa-sisa amarah perang Mataram pada tahun 1629. Di bawah mandat Sultan Agung, hutan angker Wana Asri dibabat oleh dua perwira saudara seperguruan, Jatayu Trenggono dan Kartiko Bawono, untuk dijadikan benteng pangan terakhir yang tak tersentuh intrik kekuasaan. Satu abad kemudian, benteng itu dikepung zaman. Mataram Islam meredup, sementara bayang-bayang VOC mulai mencengkeram pedalaman Jawa dengan ambisi monopoli tanah. Takdir desa kini berada di tangan dua pewaris muda: Raden Dhuha Sancaka sang Lurah yang menjaga kedaulatan, dan Raden Maghribi Sandikala sang Carik yang menjaga kesejahteraan. Di mata rakyat, mereka adalah Dwi Tunggal yang tak terpisahkan. Di balik dinding pendopo, mereka terikat sumpah persaudaraan dan batin yang melampaui logika, menjadi satu-satunya pertahanan terakhir melawan arus kolonialisme yang ingin memecah belah tanah leluhur. Namun, sejarah adalah penguji yang kejam. Ketika tekanan asing semakin menghimpit dan loyalitas diuji di persimpangan jalan, sebuah retakan mulai muncul di antara dua pilar desa itu. Ini adalah kisah tentang bagaimana nama agung Karang Satria perlahan luntur, berganti menjadi sebuah nama yang kelak ditakuti oleh anak cucu mereka: Karang Satru-Tanah Permusuhan. Apa yang sebenarnya terjadi di penghujung abad ke-18 itu? Dan mengapa tanah itu tidak pernah membiarkan siapa pun melupakan dendamnya?
  • dua matahari por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 1,058
    • WpPart
      Partes 16
    Jakarta memiliki dua matahari yang tak seharusnya berpapasan. Di puncak menara gading, ada Julian Bagaskara, "Matahari Harapan Bangsa" yang bersinar terang namun tercekik oleh citra sempurnanya sendiri. Di aspal jalanan yang keras, ada Weruh Srengenge, "Matahari Jalanan" yang membakar kulit dengan realitas pahit ibu kota. Ketika sebuah ledakan meruntuhkan panggung sandiwara politik, Julian terlempar dari singgasananya ke boncengan motor butut Weruh. Pelarian ini menyeret Sang Capres masuk ke labirin gang tikus Jakarta, memaksanya menatap silau kebenaran di mata Weruh. Ini adalah kisah tentang dua cahaya yang bertabrakan di tengah kekacauan: satu yang menyilaukan mata, dan satu yang menghangatkan jiwa.
  • Pria Pohon dan Matahari Yang Terburu Buru : Ayat 4 por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 1,506
    • WpPart
      Partes 21
    bersama Ditto tidak terlalu buruk.... faktanya Ditto selalu bisa memberikan apa yang Ate butuhkan... anak yang mulai besar.... usaha yang makin maju.... kekasih tampan yang selalu ada di sisinya... tapi... selalu ada ketidaksempurnaan dalam setiap hal yang terlihat tidak bercela, dan seperti jalan... hidup itu gak cuma lurus.... dan apakah persimpangan yang ada di depan Ate kali ini menuntunnya kepada tujuan atau jalan buntu....? apapun itu... semesta selalu memastikan bahwa kita gak akan pernah bosan so here we go the intersection.... dimulai... dari.... sekarang
  • 19 por bintarobastard
    13
    19
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 1,378
    • WpPart
      Partes 24
    Di awal tahun 2020, dunia mendadak remuk oleh pandemi. Solo dan Jakarta-dua kota yang biasanya riuh oleh lalu-lalang manusia-tiba-tiba membisu, menahan napas di antara deru sirene ambulans dan pengumuman lockdown. Di tengah krisis ini, dua pria yang hampir kehilangan dirinya sendiri justru menemukan kembali jejak masa lalu yang sempat mereka kubur rapat-rapat. Hening Sandikala, 35 tahun, seorang pelukis melankolis yang baru saja menggelar pameran tunggal di galeri tua Mangkunegaran, Solo, bersiap pulang ke Jakarta. Ia telah lama membiasakan diri hidup di bayang-bayang kanvas, cat minyak, dan keraguan-sendirian, berpindah-pindah kota, ditemani sahabat setia seperti Devi si kurator galeri yang vokal, atau Nyi Samiyem, ibu kos klasik yang terlalu peka membaca isi hatinya. Di bandara Adi Sumarmo yang lengang, ketika semua orang menunggu hasil swab test, Hening bertemu lagi dengan sepasang mata yang tak pernah benar-benar hilang dari ingatannya-Tawa Suryanegara, 36 tahun. Dulu Tawa hanyalah pemuda penjaga toko buku kecil di Karet Belakang Jakarta-tempat Hening remaja menukar uang dan puisi diam-diam di balik konter kayu, masa lalu yang tercabut mendadak oleh krisis moneter '98. Kini Tawa adalah pemilik rumah makan ayam kremes yang harus menutup salah satu cabangnya karena pandemi Dua pria ini tumbuh, terluka, lalu berputar di orbit kehidupan yang berbeda-namun selalu gagal benar-benar saling melupakan. Sekeliling mereka, dunia juga berputar: Pandemi memaksa semua orang diam, namun justru di situlah kerinduan dan cinta yang tertunda-sejak remaja, sejak toko buku yang sunyi, sejak dunia berubah jadi lebih takut pada diri sendiri-akhirnya diberi ruang untuk bicara. Di antara ruang tunggu bandara, rapat daring, pesan-pesan WhatsApp, dan lorong kota yang makin sepi, Hening dan Tawa akhirnya menatap lagi semua yang sempat tak selesai.
  • Nyekar por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 1,116
    • WpPart
      Partes 12
    Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai staf rumah tangga kepresidenan, Senja kembali ke kampung halamannya di Magelang. Tak ada alasan besar. Tak ada pengumuman. Ia hanya ingin menziarahi makam kedua orang tuanya, menata bunga, membersihkan nisan, dan memberi waktu pada dirinya sendiri untuk diam. Magelang menyambutnya tanpa kejutan. Rumah lamanya masih berdiri di timur alun-alun, dengan pintu kayu yang berderit dan debu yang mengendap seperti waktu yang tak pernah benar-benar berjalan. Di kamar tidurnya yang sempit dan sunyi, Senja menemukan sebuah kotak sepatu tua di bawah ranjang-dan di dalamnya, selembar surat. Surat yang pernah ia tulis, bertahun-tahun lalu, kepada seseorang yang pernah mengguncang hatinya dalam diam: Kilat Kidung Swargaloka, teman masa seminari yang membuatnya meragukan banyak hal, termasuk dirinya sendiri. Mereka tidak pernah saling mengucap. Tidak pernah saling bersentuhan lebih dari kata-kata di kelas atau bisikan doa malam. Tapi dalam surat itu, Senja sempat menulis apa yang tak pernah berani ia ucapkan. Kini, membaca ulang tulisan tangannya sendiri, Senja tak mencari pengampunan atau penjelasan. Ia hanya mencoba memahami kenapa hal-hal kecil yang tertinggal bisa terasa lebih tajam dari kehilangan itu sendiri. "Nyekar" bukan kisah tentang pertemuan. Bukan tentang cinta yang sempat mekar dan layu. Tapi tentang keberanian untuk kembali, untuk mengingat, dan untuk meletakkan sesuatu yang lama tertahan di tempat yang lebih tenang. Ini adalah perjalanan pulang yang tanpa peta, hanya didorong oleh perasaan bahwa sesuatu di masa lalu belum selesai-dan barangkali tak harus diselesaikan, cukup diterima.
  • Jika  por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 1,671
    • WpPart
      Partes 12
    Di tengah sunyi pandemi Jakarta 2020, Gerimis Mochtar (Geri), penulis berusia 38 tahun, meluncurkan novel terbarunya, Jika, lewat konferensi Zoom setelah sembuh dari Covid-19. Bagi dunia luar, Jika hanyalah roman berlatar Tangerang 1997-tentang persahabatan, cinta remaja, dan kehilangan di tengah keluarga kelas pekerja lapak rongsokan. Namun di balik halaman-halamannya, tersembunyi memoar rahasia Geri: pengakuan diam-diam tentang cinta dan penyesalan terbesar hidupnya. Dua puluh tiga tahun lalu, Geri adalah remaja pemalu berusia 15 tahun, terobsesi menulis cerita dan bercita-cita menjadi novelis. Di lapak rongsokan keluarganya, ia dekat dengan Hasrat-pemuda 20 tahun yang menyalakan gairah Geri pada dunia menulis-dan Bisma, abang karismatiknya yang juga menjadi idola banyak orang. Ikatan ketiganya berubah pelik ketika Geri menyadari kedekatan emosional dan romantis antara Hasrat dan Bisma. Kecemburuan dan keinginan untuk menjadi yang utama membuat Geri muda melakukan satu kesalahan fatal: menuduh Hasrat sebagai pencuri dan penyebab aib keluarga, fitnah yang berujung pada pengusiran Hasrat dan kepergian Bisma dari rumah. Sejak hari itu, Geri hidup dalam penyesalan panjang. Segala pencapaian, tulisan, dan kehidupan dewasanya tak pernah sanggup menutup luka batin itu. Jika ia tulis bukan untuk menebar sensasi, melainkan sebagai upaya menebus dosa pada dua lelaki yang ia cintai dan sakiti-Hasrat dan Bisma-meski tanpa pernah mengakui kisah sebenarnya pada siapa pun. Melalui Jika, Geri berharap: penyesalan, cinta, dan kata "maaf" yang tak pernah terucap, akhirnya menemukan tempatnya di antara halaman dan hujan. Di luar sorotan Zoom dan keramaian media, Jika tetap menjadi pengakuan sunyi-sebuah permohonan pengampunan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah kehilangan segalanya karena cinta dan keegoisan sendiri.
  • Lorosae  por bintarobastard
    bintarobastard
    • WpView
      LECTURAS 759
    • WpPart
      Partes 19
    Kadang, ketika malam menebar angin dari Laut Timor dan kota Dili terbaring setengah mati, aku masih terjaga di antara suara jangkrik dan gema lonceng gereja tua. Di kursi rotan tua, di rumah sewa yang kini hanya disinggahi bayangan, aku mendengar kembali langkah-langkah masa lalu: deru sepatu bot di lorong rumah sakit, tangis perempuan di jalan berbatu, dan suara lirih lelaki yang membacakan puisi di bawah lampu petromaks. Namaku Arjuna Sihombing. Di negeri ini, aku pernah datang sebagai utusan negara-dokter yang membawa sumpah, percaya akan merah putih yang berkibar di tanah asing, percaya pada tugas, dan pada rumah yang kutinggalkan jauh di Jakarta. Tapi negeri ini, Timor Timur, menelanjangi semua keyakinan itu. Ia mencabik hatiku, lalu menanam benih lain di dalamnya: benih ragu, benih kehilangan, dan sesuatu yang selama bertahun-tahun berusaha kupadamkan-kerinduan pada lelaki bernama Manuel Soares. Manuel bukan sekadar luka atau kenangan, bukan pula sekadar korban dalam perang yang tak kupahami. Ia adalah puisi di tengah reruntuhan, tawa di antara letupan senjata, suara pelan yang menuntun aku menyeberang dari batas-batas yang diajarkan sejak kecil: antara Indonesia dan Timor, antara benar dan salah, antara cinta dan takut. Kini, dari kejauhan, ketika kabar kemerdekaan Timor Leste sampai ke telingaku seperti kabut pagi yang pelan-pelan membungkus ibukota, aku tahu kisah kami hanyalah sebutir pasir dalam sejarah besar bangsa-bangsa. Tapi bagi hati yang pernah saling berjanji dalam bisu, kisah itu adalah dunia itu sendiri-dunia yang akan tetap hidup selama malam-malam di Dili masih menulis ulang namanya sendiri.