BIMABAGASKARA
Danish hanya ingin menyelesaikan satu order terakhir sebelum pulang ke kosnya di Tembalang, tetapi malam itu seorang penumpang membawanya ke sebuah tempat yang bahkan tidak tercatat di peta Semarang. Sejak perjalanan tersebut, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan mulai mengusik malam-malamnya. Setiap kali ia mengambil order terakhir, penumpangnya selalu meninggalkan pesan yang sama sebelum perjalanan berakhir: "Jangan ambil penumpang terakhir besok malam." Awalnya Danish menganggap semua itu hanya kebetulan, sampai pesan yang sama terus muncul dari penumpang yang berbeda, seolah-olah mereka mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.
Danish akhirnya memutuskan untuk berhenti mengambil order setelah tengah malam, tetapi pesanan terakhir selalu muncul setiap kali ia berada di jalan, bahkan ketika ia tidak sedang menunggu order. Semakin ia mencoba menghindarinya, semakin dekat gangguan itu dengan kehidupan pribadinya, dan perlahan Danish mulai menyadari bahwa semua perjalanan tersebut mungkin berkaitan dengan sesuatu yang pernah terjadi di masa lalunya. Hingga suatu malam, sebuah order masuk seperti biasa, tetapi nama penumpangnya membuat darah Danish seketika terasa dingin: Danishwara Nagara. Namanya sendiri. Dan ketika ia melihat titik jemput yang tertera di layar, ia tidak lagi bisa menganggap semua itu sebagai kebetulan, karena lokasi tersebut adalah kos tempat ia tinggal.