MarcoMarco772412
Bagi banyak orang, masa SMA kelas XII adalah puncak kebebasan dan masa-masa paling indah. Namun bagi Gavin, anak sulung dari tiga bersaudara, lembaran itu berisi tekanan yang tak kasat mata. Setiap fasilitas, tempat les terbaik, dan laptop canggih yang diberikan orang tuanya bukannya membuat langkahnya semakin ringan, melainkan bertransformasi menjadi kuitansi pembayaran atas satu tuntutan mutlak: berhasil. Terjebak di antara rasa bersalah dan kelelahan batin, Gavin harus berjuang menopang ekspektasi besar keluarga di atas pundaknya sendirian.