LioraMaelis26
Bagaimana jika orang-orang yang pernah kita anggap hanya bagian kecil dari hidup, ternyata menjadi nama-nama yang paling sulit dilupakan?
Liora Maelis tumbuh di sebuah kamar kecil bernama A9, dalam keluarga sederhana yang mengajarinya bahwa kasih sayang tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama.
Dari seorang anak perempuan yang pemalu, Liora perlahan tumbuh menjadi gadis yang ramai, keras kepala, penuh rasa ingin tahu, dan selalu punya cara sendiri untuk menemukan kebahagiaan.
Masa kecil membawanya pada persahabatan, kenakalan, pertengkaran, tawa, kehilangan, dan perpisahan yang tidak selalu sempat diucapkan.
Ada Tara, teman masa kecil yang membuat hari-harinya tidak pernah benar-benar sepi.
Ada Misel, seorang musuh yang perlahan berubah menjadi saudara.
Ada Joseph, yang awalnya begitu menyebalkan tetapi kemudian menjadi tempat ternyaman untuk bercerita.
Dan ada Aldo, seorang anak laki-laki yang datang dengan perhatian sederhana dan meninggalkan sebuah nama yang pernah membuat sebuah buku terasa begitu istimewa.
Sebagian orang tinggal cukup lama.
Sebagian hanya singgah.
Sebagian bahkan pergi sebelum sempat berpamitan.
Namun dari setiap orang yang datang, Liora belajar tentang keluarga, persahabatan, kehilangan, perasaan, dan dirinya sendiri.
Karena tumbuh dewasa ternyata bukan hanya tentang bertambahnya usia.
Terkadang, tumbuh dewasa adalah tentang menerima bahwa tidak semua orang yang kita sayangi akan tinggal selamanya.
Dan ketika bertahun-tahun kemudian Liora menoleh ke belakang, ia menyadari bahwa dulu ia hanya sedang menjalani hari-hari biasa.
Tidak pernah tahu bahwa suatu hari nanti, semua hari itu akan menjadi kenangan.
Semua nama akan menjadi cerita.
Dan semua cerita itu akan membentuk dirinya.
Karena kelak, kita akan menjadi cerita.