windhini_
Terkadang tempat pulang bukan lah sebuah bangunan, melainkan sebuah pelukan hangat dari orang yang menerima kekuranganmu.
Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja pada sebuah caffe terpencil di Jakarta. Tidak ada yang istimewa dengan kejadian singkat itu, namun hanya dengan sekian detik waktu itu tersebut sebuah takdir terukir dan mulai berputar bagaikan roda waktu yang sudah lama usang terhenti bernafas kembali.
Windy hanya seorang mahasiswa yang selalu merasa ada yang hampa dalam dirinya, sedangkan Rendy seorang pengusaha muda yang entah kenapa merasa ada yang hampa juga didalam dirinya. Hingga sebuah moment itu datang disebuah caffe kecil di Jakarta. hanya dengan Ice latte kehampaan yang lama ada itu mulai menghilang
note :
1. Slow up date
2. MAaf banyak typo soalnya tangan sama otak autor nggak singkron ( tapi semaksimal mungkin dibenerin kok )