aayy_yaudah
Delapan tahun adalah waktu yang cukup untuk melupakan aroma parfum seseorang, tapi tidak cukup untuk menghapus jejak yang ditinggalkannya di hati.
Bagi Cedric, Cho adalah bab masa lalu yang ia simpan rapat-rapat dalam kotak memori. Sementara bagi Cho, Cedric adalah alasan mengapa ia selalu merasa ada yang hilang di setiap langkahnya.
Ketika takdir membawa mereka kembali ke titik temu yang sama, mereka bukan lagi remaja yang saling berbagi tawa di bawah langit senja. Mereka adalah dua orang asing dengan luka yang berbeda. Akankah pertemuan ini menjadi kesempatan kedua, atau sekadar pengingat bahwa beberapa kenangan memang lebih baik tetap menjadi memori?