shinkenichi2214
Di balik gemerlap lampu panggung dan riuh jutaan pasang mata, Tomorrow X Together menyimpan rahasia kelam. Sejak persiapan album terbaru mereka, teror tak kasat mata mulai merayap di asrama. Tepat pukul tiga pagi, udara membeku dan aroma kelopak melati yang membusuk pekat menyumbat tenggorokan. Kai Kamal Huening (Hueningkai) menjadi incaran utama. Jiwanya yang terlalu murni dan jernih bertindak sebagai magnet bagi entitas kuno yang haus akan energi kehidupan.
Titik balik dimulai ketika agensi mengumumkan proyek kolaborasi rahasia lintas negara berskala masif: "House of Fragrant". Kai terpilih untuk berduet dengan sang maestro vokal dunia asal Kazakhstan, Dimash Kudaibergen. Di sela rasa minder dan tekanan internal industri yang memandangnya iri, pertemuan pertama mereka justru memicu sengatan statis yang aneh. Lewat satu tatapan mata, mereka saling mengunci takdir.
Dimash bukanlah musisi biasa. Mewarisi Kepekaan Suara Mutlak dan darah pelindung dari leluhur stepa, ia langsung menyadari bahwa melodi lagu yang harus mereka nyanyikan adalah ritual persembahan darah yang menanti tumbal. Saat semua orang terpesona oleh karisma megah sang diva global, hanya Kai yang tahu bahwa suara bariton terdalam Dimash adalah tameng gaib yang sanggup meremukkan kegelapan.
Ditarik ke dalam karantina di gedung studio tua yang dikutuk, batas profesionalisme mereka perlahan runtuh. Di tengah kepungan wewangian maut, getaran asing yang lebih kuat dari sekadar rasa takut mulai tumbuh di dada Kai. Solusi dari Taehyun jelas: jangan menolak rasa itu. Serahkan jiwamu pada sang pelindung.
Ketika nada tertinggi harus dicapai dan ritual darah menuntut nyawa, sang malaikat muda harus memilih: tenggelam dalam wewangian kematian, atau membiarkan dirinya sepenuhnya didekap oleh sang serigala stepa dalam harmoni dua frekuensi yang abadi.