Sebuah catatan usang tentang curahan hati seorang introvert terhadap wanita yang Ia sukai. Tentang hubungan kecintaan akan pelajaran dengan seberapa besar cinta yang harus Ia simpan dan terus simpan tanpa tau kapan harus mengungkapkannya.
Apa yang tertulis hanyalah apa yang ada di kepalaku saat ini. Termasuk curahan hati yang tak pernah ku mengerti artinya. Jadi maafkanlah saya jika apa yang tertulis kadang membingungkan pembaca. Anggap saja isi kepala saya juga membingungkan saya. Dan tugas saya hanya mengeluarkan isi kepala dan hati saya dalam bahasa yang normal. Jadi selamat membaca tulisan yang membingungkan ini.
kamu yang dulu begitu mati-matian ku pertahankan, kini jadi bagian yang paling ku pertanyakan. pernah aku sebangga itu berjuang itu untukmu, kini aku justru merasa bodoh pernah berjuang sekeras itu.
Ego yang berlebih tak akan menguntungkan. Saat kau kehilangan orang yang menyayangimu tulus, percayalah. Itu karena sikapmu terhadap dia kurang baik. Sadari dan fahamilah. -Lidya-
Aku telah pergi dari hidup dia tetapi aku berdegil untuk memberi dia peluang lagi sekali. Dan kini aku disakiti kembali. Merasakan akan duka yang sama.