cinimal
Aku berjalan sambil menggenggam erat tangan pria di sampingku ini, dia selalu berhasil membuatku tertawa dan menangis karna hal-hal kecil. Dia selalu tersenyum untukku, aku sangat suka segala hal mengenainya secara detail, tiap helai rambutnya, jemarinya yang besar, bahkan matanya yang selalu dapat membuatku terhipnotis. Brakkkk! " Felice! Ayo bangun, ini sudah siang kau harus pergi kesekolah kan?!" aku terlonjak kaget dengan teriakan momku yang sambil membuka pintu kamarku. Rusak sudah mimpi indahku, oh ya ampun betapa malasnya diriku, jam sudah menunjukkan pukul 06:15 tapi tubuhku masih tergeletak dikasur. "eerrngghh" erangku, Kemudian aku bergegas untuk mengambil handukku dan langsung masuk kekamar mandi.