We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Dengan Stories

Refine by tag:
dengan
WpAddcara
WpAddcepat
WpAddalami
WpAdddan
WpAdduntuk
WpAddbadan
WpAddobat
WpAddyang
WpAddsecara
WpAddmenghilangkan
WpAddwajah
WpAddmemutihkan
WpAddrumah
WpAddkulit
WpAdddi
WpAddharga
WpAddpemutih
WpAddtubuh
WpAddbiaya
dengan
WpAddcara
WpAddcepat
WpAddalami
WpAdddan
WpAdduntuk
WpAddbadan
WpAddobat
WpAddyang
WpAddsecara
WpAddmenghilangkan
WpAddwajah
WpAddmemutihkan
WpAddrumah
WpAddkulit
WpAdddi
WpAddharga
WpAddpemutih
WpAddtubuh
WpAddbiaya

1.2K Stories

  • PULANG KE TITIK NOL: Seni Mengheningkan Kepala, Menjinakkan Ego, dan Hidup Tanpa by Pekik1304
    Pekik1304
    • WpView
      Reads 38
    • WpPart
      Parts 8
    Berapa lama Anda telah berjalan sambil menahan napas? Di balik senyum, profesionalitas, dan topeng "orang kuat" yang Anda pakai setiap hari, ada dada yang sesak oleh tumpukan ekspektasi, bayang-bayang masa depan, dan riuh kebisingan di dalam kepala yang tak pernah berhenti. Banyak panduan hidup mengajarkan kita untuk menjadi seperti batu karang-kokoh, dingin, dan tak tersentuh oleh badai. Namun, manusia bukanlah benda mati. Memaksa diri menjadi batu karang hanya memicu Penderitaan Lapis Kedua: rasa bersalah dan lelah yang luar biasa hanya karena kita merasa cemas, takut, atau terbatas. Buku ini tidak ditulis dari puncak gunung yang sunyi atau laboratorium yang steril. Ia lahir dari medan pertempuran kehidupan yang sama dengan yang Anda jalani setiap hari-dari hiruk-pikuk tagihan, keputusan bisnis yang sulit, hingga dinamika keluarga. Memadukan sains modern tentang kerja otak (neurosains amigdala), psikologi kesadaran, dan kedalaman keheningan spiritual terapan, Pulang ke Titik Nol menawarkan cara pandang yang radikal namun membumi: Bukan Mematikan Rasa: Belajar berhenti memusuhi emosi alami Anda dan mulai mengambil peran sebagai Pengamat yang Tenang. Menemukan Ruang Jeda: Cara melepaskan kepura-puraan, meredakan ketegangan sistem saraf, dan bernapas lega di tengah ketidakpastian. Kedamaian Praktis: Membawa energi "Titik Nol" langsung ke pasar kehidupan-ke dalam hubungan rumah tangga, pola asuh anak, hingga keputusan finansial. Ini bukan sekadar buku motivasi yang menambah beban to-do list Anda. Buku ini adalah sebuah suaka-tempat Anda diizinkan melepas topeng, meletakkan perisai, dan belajar menjadi pohon yang lentur: tetap berakar kuat di kedalaman jiwa meski angin badai sedang menerpa. Rehat sejenak, tarik napasmu, dan bersiaplah untuk pulang ke dalam dirimu sendiri.
  • Suami dari Pendatang Asing by nyissss
    nyissss
    • WpView
      Reads 311
    • WpPart
      Parts 15
    Li Yangshu selalu menjadi penduduk asli Desa Xiaohe. Karena dipaksa mundur dari pertunangan hingga dianggap "terlambat menikah"-sebuah aib besar-ia dengan tergesa-gesa menikahi seorang pendatang asing yang "miskin", yang dialokasikan ke desa mereka setelah perang. Pendatang asing yang dialokasikan oleh kabupaten pasca-perang itu bernama Xiao Huaijin. Ia tiga tahun lebih muda dari Li Yangshu. Tidak hanya berwajah tampan, ia juga memancarkan aura kebangsawanan yang tidak lazim bagi orang desa. Namun, pada kenyataannya, ia adalah "Raja Iblis" hidup yang ditakuti oleh setiap orang di Desa Xiaohe yang kecil ini. Awalnya, semua orang menonton dengan sikap ingin tahu, menunggu Li Yangshu menikah dengan Raja Iblis tersebut. Mereka bahkan bertaruh secara diam-diam, berapa hari waktu yang dibutuhkan Raja Iblis itu untuk mengangkat tangan terhadap Li Yangshu. Orang-orang juga bergunjing, si pendatang miskin itu hanya mampu tinggal di gubuk jerami; Li Yangshu pasti akan menderita setelah menikah dengannya. Namun, mereka tidak pernah melihat Xiao Huaijin melakukan kekerasan. Bahkan sebelum pernikahan resmi dilangsungkan, kabar-kabar berikut sudah beredar: dua hari lalu Xiao Huaijin membeli manisan madu untuk Li Yangshu; kemarin ia membelikannya tangpozi¹; hari ini ia pulang membawa setelan pakaian kapas baru untuk Li Yangshu! Dari mana uang si keluarga miskin itu berasal? Ada yang iri, ada yang dengki, ada yang berniat menghalangi, bahkan adik kandung Li Yangshu pun merasa kesal dan menyindir. Kehidupan mereka bukan sekadar kian hari kian makmur, melainkan terus-menerus bersinar cemerlang. Di tengah tatapan merah karena iri hati dari orang-orang sekelilingnya, si pendatang asing dan suaminya menjalani kehidupan manis selama dua puluh tahun. Hingga anak mereka lulus ujian tingkat provinsi (huishi), lolos ujian istana (dianshi), dan saat parade kelulusan sarjana baru (jinshi) berlangsung, Nyonya Marquis Pingxi secara kebetulan melihatnya. Li Yangshu selalu menjalani kehidupan per