PatrisiusDjiwandono
Ensya, seorang gadis muda, menjalani hidupnya dalam kehampaan. Bergelimang harta namun mati rasa. Ia hanya punya satu keinginan: bebas dari cengkeraman itu, atau bunuh diri. Namun tidak, ia merasa terlalu cantik untuk bunuh diri begitu saja. Maka tak ada kata lain selain: lawan!
Ia mencari cinta. Bahkan mencoba merebutnya dari orang lain. Ia menembak. Ia ngebut. Ia kehilangan Tuhan. Tak mengapa, asal tak kehilangan rasa. Sampailah ia pada satu titik tempatnya bertanya: haruskah kuakhiri kisah sepi ini?