atisd33jay
Ensia, seorang gadis muda, menjalani hidupnya dalam kehampaan. Bergelimang harta namun mati rasa. Ia hanya punya satu keinginan: bebas dari cengkeraman itu, atau bunuh diri. Namun tidak, ia merasa terlalu cantik untuk bunuh diri begitu saja. Maka tak ada kata lain selain: lawan! Bersama sobatnya yang juga menderita depresi, Kina, ia berjuang untuk pulih.
Ia mencari cinta. Bahkan mencoba merebutnya dari orang lain. Ia menembak. Ia ngebut. Ia kehilangan Tuhan. Tak mengapa, asal tak kehilangan rasa. Sampailah ia pada satu titik tempatnya bertanya: haruskah kuakhiri kisah sepi ini?