KyungSaHee
Lily, seorang pengajar muda yang dikenal hangat dan playful, menyimpan pertanyaan yang tak kunjung terjawab tentang dirinya sendiri - apakah ia benar-benar seorang yang humanis?
Dalam satu hari biasa, sebuah kalimat pembuka dari buku baru hampir membuatnya menangis, membuktikan bahwa sisi manusiawinya masih ada. Namun pertanyaan itu tetap mengikutinya pulang - kenapa psikologi? Kenapa humanis?- tanpa jawaban, sekali lagi.