Wntalfrz
Puisi "Perut, dan Lorong Malam" menggambarkan seorang perempuan yang berjalan di antara lapar dan bising kota, di bawah lampu-lampu yang hanya menjanjikan cahaya tanpa benar-benar menyentuh hidupnya. Ia belajar menatap dirinya di kaca gedung yang memantulkan retak-bukan wajah utuh-namun tetap bertahan.
Tentang tubuh yang dipaksa kuat oleh kebutuhan, tentang gelap yang justru membuka cara baru untuk melihat diri sendiri.