ARahadian
Di senja usianya, Pak Andi harus menerima kenyataan pahit. Tubuhnya yang digerogoti stroke dan diabetes dianggap sebagai beban oleh ketiga anak kandungnya sendiri. Diusir dari rumah hanya karena sebuah ketidaksengajaan, Pak Andi menghabiskan sisa hidupnya dalam kesunyian panti jompo, berteman dengan sepi dan kerinduan pada mendiang istrinya.
Namun, Tuhan tidak pernah tidur.
Di tengah keringnya hati Pak Andi karena dibuang oleh darah dagingnya, sesosok pria dari masa lalu datang membawa keajaiban.
Sebuah kisah tentang ketabahan, karma baik, dan setetes embun penyejuk yang datang tepat di saat senja mulai menggelap.