sshinss
Tidak pernah terbayangkan bahwa Sajiwa harus menerjang badai itu sendirian, bersama berbagai sesal dan andai yang setiap malam menemaninya.
Penyesalan-penyesalan itu bagaikan hujan yang tidak pernah berhenti mengikuti. Mereka terus menghantui sepanjang malam sekalipun ia telah banyak memohon pengampunan.
Tetapi Sajiwa tetap berjalan. Berharap suatu hari bisa membawakan matahari yang hangat untuk Yaruna, ㅡputri kecil yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan.