arielleaf
Terbiasa dengan love language keluarga yang blak-blakan dan penuh omelan, Qila tak pernah menyangka bahwa tantangan terbesarnya adalah Jio, putra sulung Tante Zhelia yang sedingin es dan selalu menganggapnya tak kasatmata. Meski telah bertahun-tahun menghabiskan waktu di rumah yang sama bersama Ravi dan Chio, Jio tetap menjadi tembok kokoh yang enggan mengenal Qila.
Hingga sebuah perjodohan mendadak memaksa keduanya bersanding dalam ketegangan. Di antara kebisuan Jio yang ketus dan penolakan keras Qila atas pernikahan tanpa rasa, akankah pertemuan yang dipaksakan dapat mencairkan ego mereka, atau justru semakin mempertegas bahwa mereka memang tak ditakdirkan untuk saling menyapa?
-arielleaf-