StillAlone
Lena Lalina Schuett adalah lambang kesempurnaan kaum elit-seorang putri tunggal dinasti hotel mewah yang kaku, introvert, dan selalu berbicara tegas. Dunia luar hanya melihat ketegangan dan wibawa dingin dari dirinya. Namun, di balik dinding es tersebut, Lena menyimpan sebuah penyesalan terbesar: ia pernah memiliki satu-satunya cinta yang tulus dan berharga, sebelum akhirnya membuang cinta sejatinya itu sendiri.
Miu Natsha dahulu adalah "matahari" yang ceria, konyol, dan selalu memaksa masuk ke dalam hidup kaku Lena. Ada kalanya matahari harus tenggelam, namun matahari itu tidak mati dalam kedinginan dan kegelapan. Sama seperti Miu yang kini kembali sebagai sosok yang teramat ramah dan ceria, namun penuh dengan senyuman palsu-sebuah kepura-puraan yang jauh lebih mematikan karena ia bertingkah seolah-olah dirinya tidak pernah terluka, mengunci masa lalu seolah semua itu tidak pernah berarti.
Cinta yang awalnya mekar dengan begitu manis, rupanya bisa berakhir menjadi sebuah ironi takdir yang paling berdarah.
Kisah ini adalah tentang dua orang yang pernah berjanji untuk selamanya, namun kini terpisahkan oleh jurang takdir yang teramat lebar. Dimana cinta tak lagi diungkapkan melalui air mata atau kemarahan yang meledak-ledak, melainkan disiksa secara perlahan oleh keramahan yang menolak untuk mengingat kembali setitik pun rasa yang pernah ada.