sony_herdiana
Ketika tanah tak lagi diam, dosa manusia akan diingat.
Megaproyek kawasan komersial Kalamaja digadang-gadang sebagai simbol masa depan Kota Majapura. Namun di balik beton, paku bumi, dan revisi tata ruang yang dipaksakan, sesuatu di bawah kota perlahan terusik.
Teror dimulai dari kematian Haris-orang dekat Balai Kota-yang ditemukan dengan paru-paru dipenuhi lumpur sedimen purba. Tidak ada racun. Tidak ada luka pembunuhan. Hanya hawa beku, air kotor, dan jejak anomali yang tak mampu dijelaskan nalar.
Korban berikutnya mulai berjatuhan.
Di tengah tekanan politik dan upaya menutup skandal demi investasi, Inspektur Ariani berusaha mengungkap pola kematian yang semakin mustahil dipahami. Sementara itu, Galih Kusumadinata-seorang dosen tata ruang yang hidupnya dihancurkan mesin kekuasaan-meyakini bahwa Majapura sedang menuai akibat dari tanah yang dipaksa tunduk terlalu lama.
Sebab yang bangkit dari bawah aspal kota ini bukan sekadar teror.
Melainkan sesuatu yang tua, terluka, dan mengingat seluruh dosa yang pernah ditanam manusia ke dalam bumi.