CHAPTEROFAUGUST
Berhasilkah burung kecil yang terperangkap di sangkar itu melepaskan dirinya? Bagaimana rasanya melebarkan sayap setelah sekian lama terjerat di antara rantai-rantai masa lalu?
Ingin diri ini mengakui rasanya bebas tapi penghalang besar yang menjebak di depanku seperti langit malam, luas dan tak bisa dijangkau. Kenangan masih membentang di depan mata dan tentunya mulut tetap bungkam.
Walaupun kepalamu tak lagi mengingatnya, tapi jauh dalam kepingan hati kecil masih ada secercah perasaan dengan dirinya dulu. Jangan khawatir sebab jika perasaan mu tak terbalaskan, masih ada hari esok untuk belajar menerima.
Jika malam tak lagi sama, maka izinkan langit untuk membalas perasaanmu padaku. Bagaimanapun akhir dan tujuannya, rumah tetaplah rumah, dan kamu tetap akan menjadi kamu.
Sedangkan aku? Hanya punya kamu yang bisa kusebut rumah. Aku ingin berpulang pada mu, ingin menikmati gelapnya malam bertabur bintang terang di atas kita.
Selamat malam, kekasihku. Sahira.