elshofa
Lucian Vale tak pernah benar-benar melupakan Celeste. Bahkan ketika nama lain mulai mengisi ruang percakapan, hanya satu wajah yang selalu hadir dalam diamnya-dia. Celeste Seraphine.
Dulu mereka saling memilih, lalu saling menyakiti karena satu kesalahpahaman.
Sekarang mereka kembali berjalan di lorong yang sama. Sama-sama tersenyum, tapi sama-sama menahan rindu.
Apakah waktu bisa memberi mereka kesempatan kedua? Atau mereka hanya akan jadi dua hati yang tak pernah selesai?