anggalarasa
Di tengah hujan Bandung, Aksara hidup dengan mimpi-mimpi aneh yang terus menghantuinya. Tentang hutan berkabut, suara gamelan dari kejauhan, dan seseorang yang selalu memanggil namanya seolah mereka pernah saling mengenal di kehidupan lain.
Semua berubah ketika perjalanan penelitiannya membawanya ke situs Astana Gede, tanah yang menyimpan jejak Kerajaan Galuh. Di sana, sebuah prasasti tua dan simbol bulan sabit membuka sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi. Gerbang menuju masa lalu.
Aksara terlempar ke Kawali, pusat kerajaan Sunda-Galuh yang berada di ambang perang dan pengkhianatan.
Di dunia asing yang justru terasa begitu familiar itu, ia bertemu Wiraatmaja. Setiap kali berada di dekat Wira, Aksara merasakan gaung kenangan yang bukan miliknya... seolah hatinya mengingat sesuatu yang telah dilupakan waktu.
Namun semakin dalam Aksara mencari jawaban tentang hubungan mereka, semakin ia sadar bahwa kehadirannya di Kawali bukanlah kebetulan. Ada takdir lama yang belum selesai. Ada sejarah yang sengaja dikubur.
Ketika masa lalu mulai mengulang tragedinya, Aksara harus memilih.
Kembali ke dunianya sebelum semuanya terlambat
atau tetap tinggal bersama seseorang yang bahkan mungkin telah menunggunya selama ratusan tahun.
Karena beberapa cinta tidak pernah benar-benar hilang.
Mereka hanya menunggu untuk ditemukan kembali.