haziepiee
"Berapa banyak kepingan ingatan yang harus aku susun agar wajahmu kembali utuh?"
Bagi Arlan, masa lalu bukanlah tempat untuk pulang, melainkan sebuah teka-teki yang sengaja ia kunci rapat. Namun, sebuah kacamata hitam tua dan potongan foto usang yang ia temukan di balik buku harian lama mulai menariknya kembali ke masa-masa di mana semuanya masih berwarna hijau-seperti kemeja favoritnya dan harapan-harapan yang pernah ia miliki.
Satu per satu ingatan mulai muncul kembali seperti kepingan puzzle yang tajam. Tentang seseorang yang pernah berjanji untuk tidak pergi, namun menghilang tepat saat Arlan baru saja belajar cara mencintai.
Kini, Arlan harus memilih: tetap hidup di tengah puing-puing ingatan yang menyakitkan, atau membiarkan kepingan terakhir itu hilang selamanya demi memulai lembaran baru.
Sebuah cerita tentang kehilangan, pencarian diri, dan kenyataan bahwa beberapa memori memang lebih baik dibiarkan hancur.