yurileba
Kita adalah dua insan yang mahir menyimpan rasa rindu.
Kau menyimpannya di balik senyummu yang terlihat biasa,
sementara aku menimbunnya dalam keheningan yang berpura-pura kuat.
Antara kita tidak ada pertikaian besar,
tidak ada rasa benci yang menciptakan jurang.
Hanya dua hati yang berdiri saling menjauh,
menunggu siapa yang akan menoleh lebih dahulu.
Aku dapat merasakan kerinduanmu dari cara pandanganmu yang menghindar,
dan mungkin kau juga menyadari bahwa setiap langkahku menjauh
sekadar sebuah permainan agar aku terlihat tidak kehilangan.
Lucunya cinta ini.
Ia mampu memacu kita untuk melawan dunia,
tetapi takut untuk mengirimkan satu pesan sederhana:
"Aku merindukanmu. "
Gengsi menjadi mahkota yang kita pakai,
indah dilihat, namun berat untuk dipertahankan.
Ia menjadikan kata maaf terasa lebih berharga daripada harga diri,
dan pertemuan menjadi sesuatu yang terus ditunda oleh berbagai alasan.
Mungkin suatu saat nanti,
ketika waktu telah mengajari kita makna kehilangan,
kita akan tersenyum mengingat kebodohan ini.
Bahwa sebenarnya tak ada yang benar-benar menang dalam permainan gengsi.
Sebab ketika dua hati saling menunggu untuk saling ditaklukkan,
yang pertama hilang adalah kesempatan untuk mencintai.
Jadi, jika suatu hari aku kembali mengetuk pintu hatimu,
jangan bertanya siapa yang kalah.
Karena dalam cinta yang tulus,
merendahkan gengsi bukanlah sebuah kekalahan-
melainkan keberanian untuk memilih kebahagiaan.