Historias de Gajahmada

Buscar por etiqueta:
gajahmada
gajahmada

4 Historias

  • Menulis Naskah di Majapahit por vfvincentwong
    vfvincentwong
    • WpView
      LECTURAS 31
    • WpPart
      Partes 5
    Raka Pratama, penulis naskah drama pendek di Jakarta, mendapat ultimatum: 48 jam menulis outline bertema lokal, atau kena PHK. Tengah malam, ia menemukan sebuah peta pengetahuan digital tentang Nusantara-dan sebuah entri yang aneh: "Verdik Pemutusan, 1356: resminya wahyu ilahi, sebenarnya restrukturisasi utang." Sebelum ia sempat berpikir, petir menyambar-dan ia terbangun di Trowulan, ibu kota Majapahit, tujuh hari sebelum verdik itu diumumkan. Berbekal 31 entri ensiklopedia di ponselnya, Raka harus bertahan hidup di istana yang penuh intrik-sambil menyadari satu hal yang mengerikan: ia bukan satu-satunya yang membaca entri itu. Seseorang sedang mengedit sejarah.
  • Bising di Balik Kemegahan  por NURHIDA22
    NURHIDA22
    • WpView
      LECTURAS 7
    • WpPart
      Partes 1
    Di bawah langit Majapahit yang begitu megah, di puncak kejayaan yang dipuji seantero Nusantara, segala sesuatu tampak sempurna. Istana berkilauan, adat dijaga sakral, dan nama Gajah Mada menjadi simbol kekuatan yang tak tergoyahkan. Namun, tak semua suara terdengar di pendopo agung. Tak semua kebenaran tertulis di dalam prasasti atau dokumen kerajaan. Dewi Kirana, putri seorang Mahamantri terhormat, hidup di dalam lingkaran emas yang melindunginya dari segala kepahitan dunia. Dari menara tertinggi istana, ia hanya melihat keindahan dan kedamaian. Namun, perlahan namun pasti, ia mulai mendengar bisik-bisik samar yang tak seharusnya didengar telinga bangsawan tentang pajak yang mencekik leher petani, tentang tanah yang dirampas demi ambisi perluas wilayah, tentang pengorbanan rakyat kecil yang dianggap tak berharga di hadapan kemegahan negara. Di sisi lain, Rangga seorang ksatria kelahiran rakyat biasa yang mengangkat pedang demi kesetiaan mulai mempertanyakan: untuk siapa sebenarnya ia berjuang? Apakah untuk keadilan, atau hanya untuk kekuasaan mereka yang duduk di atas takhta? Ketika perintah atasan bertentangan dengan suara nurani, ia terjebak di antara kehormatan setia dan kemanusiaan yang kian terabaikan. Keduanya tumbuh di dunia yang mengajarkan: kekuatan harus dibangun di atas pengorbanan. Namun mereka mulai sadar, harga yang dibayar mungkin terlalu mahal. Ketika intrik politik mulai merayap di balik tembok istana, ketika kebenaran mulai tersembunyi di balik senyum sopan dan kata-kata manis, Kirana dan Rangga harus memilih: tetap diam dalam kenyamanan kemegahan, atau berani menjadi suara bagi mereka yang tak punya suara meski nyawa menjadi taruhannya. Karena di sanalah, di balik kemegahan yang mempesona, tersembunyi kebisingan yang perlahan meledak. Sebuah kisah tentang keberanian, keadilan, dan pertanyaan abadi: Apakah persatuan yang dibangun di atas penderitaan, layak disebut kejayaan?
  • TERLEMPAR KE TANAH MAJAPAHIT por Ponxsen
    Ponxsen
    • WpView
      LECTURAS 126
    • WpPart
      Partes 33
    Diusir secara kejam hingga kelaparan di bawah kolong jembatan, Kahfi Pradana (8 tahun) mengira pelariannya dari Negeri di Atas Awan telah berakhir tragis. Namun, pusaran dimensi gaib Navaria justru melempar bocah abad modern ini ke tengah belantara Majapahit purba-tepat beberapa tahun sebelum Mahapatih Gajah Mada mangkat. Di tanah asing yang penuh bahaya ini, Kahfi diselamatkan oleh Wilana (10 tahun), seorang gadis kecil yatim piatu yang mengulurkan sepotong singkong bakar. Sejak detik itu, tangan mungil Wilana menjadi satu-satunya jangkar emosional yang Kahfi genggam erat demi bertahan hidup. Tiga tahun kedamaian mereka di pinggir hutan mendadak hancur berantakan ketika pasukan berkuda Adipati Blambangan datang membawa titah paksa untuk menculik Wilana. Di usianya yang baru 11 tahun, Kahfi dipaksa menggunakan kejeniusan strategi taktis lintas zamannya demi merebut kembali belahan jiwanya.Ketika pelarian itu menuntut bayaran darah dan desingan panah besi mulai mengincar mereka, sanggupkah dua anak sebatang kara ini menantang kejamnya hukum bumi Wilwatikta?
  • Seri 3: Sakti Nagara dan Sang Pelarian por mahessa
    mahessa
    • WpView
      LECTURAS 46
    • WpPart
      Partes 10
    Setelah dari Peristiwa Sungsang di muara sungai Musi, Sakti Nagara dan teman-temannya resmi di tetapkan menjadi Buronan Nasional. Semua di setting oleh para penjaga Nusantara. Kemudian mereka melarikan diri di Pagar Alam, lereng gungung Dempo. Disana mereka kira hidup mereka akan lebih tenang, ternyata mereka tetap diburu, tetap menjadi muara malapetaka. Bahkan lebih berbahaya dari pada peristiwa Sungsang. Sementara Ratih melarikan diri di gungung Kerinci, ia pun tetap di buru oleh utusan para penjaga Nusantara. Bagaimana Sakti dan teman-temannya menghadapi segala serangan demi serangan?