farhahghaisani
25 Maret 2012
Sejenakku tertegun dengan bait-bait rindu
diantara kalimat yang tersusun terkadang tiada beraturan,
manis terbaca dalam prosa kata lirik nan sendu.
Sejenak akupun terdiam dan terhanyut
dalam lamunan diantara baris-baris yang memilukan hati, merenggang nyawa seperti saat-saat
kematian akan mendekat.
Aahhh.. betapa pilunya jika itulah gambaran yang terbaca dalam jiwa nelangsa, tak mampu ku kayuh
biduk yang terus menjauh hingga tanganku
semakin lemah dalam menggapainya ..
Diam dan tertegunku sirna dalam kalimat yang terus bergema, tersadar ku dengan tulisan-tulisan apa masih saja
tersimpan rapi... dengan kalimat yang durjana
Bagaikan do'a yang tak ku inginkan.
Masih terus saja terngiang kata-kata mu
Hingga luka terus saja menganga dan tak mampu kuhapus
dan rasa yang ada yang telah sirna semakin sirna dalam waktu yangg tak mampu ku ubah..
Tak mampu kuubah hariku dalam cerita yang tlah hadir, tak mampu ku ubah pola
fikir ku, hingga kalimat terus menggelantung seperti
sarang lebah yang siap menyengat jika terganggu.
Aku,, masih dalam kalimat dan bait
yang tak mampu kucerai beraikan, msih terkumpul
dalam benakku
Walau sirna tak jua datang dalam usaha menghapus segala yang masih saja menempati rongga-rongga
yang ada di ragaku