langitdidada1608
Merah putih berkibar.
Lagu kemerdekaan terdengar.
Senyum dan perayaan memenuhi banyak tempat.
Namun, di timur negeri ini, ada saudara-saudara kita yang sedang berduka.
Ketika sebagian dari kita menghitung usia kemerdekaan, ada mereka yang sedang menghitung kehilangan.
"Ada Duka di Ulang Tahun Negeri" adalah sebuah puisi tentang Indonesia, tentang gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, tentang air mata, kehilangan, doa, dan tentang bagaimana seharusnya kita tetap saling menggenggam ketika sebagian dari saudara kita sedang terluka.
Karena Indonesia bukan hanya tanah.
Bukan hanya bendera.
Bukan hanya nama yang tertulis di peta.
Indonesia adalah manusia-manusianya.
Dan ketika satu dari kita terluka, sesungguhnya Indonesia pun sedang terluka.
Puisi ini kutulis sebagai doa dan bentuk kecil kepedulian untuk saudara-saudaraku di Nusa Tenggara Timur.
Semoga bumi kembali tenang.
Semoga setiap luka menemukan kesembuhan.
Semoga setiap kehilangan diberi ketabahan.
Dan semoga, di antara merah putih yang berkibar, kita tidak pernah lupa bahwa kemerdekaan juga berarti saling menjaga.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Langit Didada