alifap374
Setahun setelah berakhirnya sebuah hubungan, "Aku" masih terjebak dalam sebuah "simulasi" di dalam kepala. Setiap hari, rute perjalanan selalu melewati depan rumah sang mantan, berharap menemukan jawaban di balik pagar yang tertutup atau di balik kaca mobil putih yang pernah menjadi dunianya. Namun, sebuah rentetan kejadian tak terduga-mulai dari pertemuan di minimarket, panggilan telepon yang "tak sengaja", hingga sebuah pertemuan rahasia yang berakhir dengan tangisan di dalam mobil-membawa "Aku" pada sebuah realitas pahit. Ternyata, melepaskan bukan tentang berhenti mencintai, melainkan berhenti membangun skenario yang tidak akan pernah terjadi. Melalui tulisan di blog pribadinya, "Aku" akhirnya menemukan jalan pulang ke diri sendiri dan memulai rute baru bersama seseorang yang menghargai ceritanya.
"Ternyata, air mata adalah tinta paling jujur untuk menulis kata 'Selesai'. Simulasi sudah tamat. Realita baru saja dimulai."