CintaWari0
Dia menatapku dingin, padahal dulu kami pernah menangis bersama di hari yang sama-hari ketika Al-Qur'an ini kami khatamkan berdua.
Khalisa Annisa Putri tahu rasanya jatuh cinta pada orang yang salah waktu. Ia mengenal Faiz Ramadhan lewat diskusi kitab dan tawa kecil yang hanya mereka berdua pahami. Ia kira itu pertanda. Ia kira Allah sedang menjawab doanya.
Sampai ia memberanikan diri-dan dunia yang ia bangun runtuh dalam satu kalimat dingin: "Tidak ada yang salah. Hanya... ini yang terbaik."
Sejak itu, Faiz menjauh. Bukan sekadar menjauh-ia menghilang sepenuhnya, seolah Khalisa tak pernah ada.
Tapi Khalisa tak tahu satu hal: di balik wajah beku itu, ada luka lama yang belum pernah ia ceritakan pada siapa pun. Ada hati yang sebenarnya juga hancur, hanya terlalu takut untuk jujur.
Inikah akhir dari rindu yang tak pernah diizinkan tumbuh? Atau justru awal dari sebuah takdir yang sedang Allah tulis diam-diam, menunggu waktu yang paling tepat untuk dibuka?
Sebuah kisah tentang sabar yang tak terlihat, dan cinta yang dijaga dalam sujud-bukan dalam harap.