We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Hampa Stories

Refine by tag:
hampa
WpAddkosong
WpAddrindu
WpAddsedih
hampa
WpAddkosong
WpAddrindu
WpAddsedih

34 Stories

  • Diam by Tasainsani
    Tasainsani
    • WpView
      Reads 4,233
    • WpPart
      Parts 39
    Pada akhirnya, kata hanyalah sebuah kata. Seperti buih dilautan yang tak ada artinya.
  • Hampa by VolyYama
    VolyYama
    • WpView
      Reads 19
    • WpPart
      Parts 1
    Semua berawal dari rasa, sepi, dan rindu. Notes: Halo, saya kembali, jadi sebenarnya saya sedang rindu banyak orang, juga banyak situasi di masa lalu (dan saya sadar hal itu tidak akan terulang) dan entah bagaimana jadi teringat lagu dengan judul Hampa, dan jadilah saya galau di malam hari ditemani oleh lagu mas Ari/yha oke jadi itu kronologinya/ dan selamat membaca!
  • Ruang Hampa by silviamulyani18
    silviamulyani18
    • WpView
      Reads 68
    • WpPart
      Parts 4
    Raina Sanjaya, anak perempuan yang hidup dengan cinta dan kasih sayang yang begitu besar dari ayah nya. Raina lahir di dalam keluarga yang bisa dibilang hampir sempurna, ia memiliki orang tua yang lengkap dan dua orang kakak laki - laki yang begitu menyayanginya. Dari kecil Raina hidup serba berkecukupan, apapun yang ia minta selalu dipenuhi oleh keluarganya. Dan sang ayah, ia adalah malaikat di dalam hidup Raina, bagi Raina kasih sayang seorang ayah itu sepanjang masa, sama hal nya dengan ibu. Ibu dan ayah adalah dua manusia yang sama - sama luar biasa,ibu dan ayah adalah dua orang yang seimbang.. Namun, sekeras apapun ia meyakinkan dirinya, bahwa ayah dan ibu adalah orang yang sama, tetap saja hati Raina selalu memilih ayah nya. Ayah adalah tempat ternyaman bagi nya untuk mencurahkan segala isi hatinya, dan bahkan ayah adalah satu - satunya orang yang paham dan mampu melihat kesedihan yang terselip di senyum manis putrinya. Raina dan ayahnya bagaikan dua tubuh dengan satu nyawa, yang tak akan pernah bisa hidup jika salah satunya tiada, dan kalimat itu adalah kalimat yang pernah di lontarkan ibu nya kepada Raina dan ayah nya. Hingga tiba suatu hari dimana Raina harus kehilangan separuh dari nyawanya, hidupnya benar - benar tak ada artinya saat itu, ia kehilangan belahan jiwanya, dan baginya tak akan ada lagi cinta setelahnya.
  • Manusia dalam Ruangan by HunkRivers
    HunkRivers
    • WpView
      Reads 140
    • WpPart
      Parts 3
    "Aku hanya ingin mati.", Kata-kata omong kosong yang mudah untuk dikatakan, namun sulit untuk dilakukan. Itulah yang selalu terlintas di kepalanya setiap hari. Mungkin mati adalah jawaban yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya, tapi bukankah itu terlalu berlebihan untuk seorang remaja biasa. Trauma yang selalu menemaninya, dalam sepi dan sunyi seorang diri dengan menghirup udara hanya dari ventilasi yang lubangnya tidak lebih dari 10cm. Sebuah ruangan yang ukurannya tidak lebih dari 4x2 m², terdapat seorang yang tidak berguna, sampah masyarakat. Dibuang oleh dunianya sendiri, dan memilih untuk membuat ulang dunianya sendiri. Hidup dalam kesempitan di dunia yang luas. Cerita yang tidak terlalu menarik dan dibuat oleh seorang amatiran yang tergiur oleh kenikmatan dunia, namun ditolak. Selalu iri dan menginginkan yang lebih besar, seekor makhluk yang rakus akan kebahagiaan. Ini hanya pandangan dunia menurut penulis yang dibentuk sedemikan rupa menjadi sebuah cerita. Ilustrasi : @avogado6
  • alone with the God by tiaraaaputri_
    tiaraaaputri_
    • WpView
      Reads 76
    • WpPart
      Parts 1
    Kasih : "Seandainya aku tidak seperti ini, aku akan membantu mereka semua. Seandainya nasib bisa direncanakan dan bisa ditentukan, aku harap aku bisa mengatur nasibku. Pahit yang sudah keterima selama ini membuatku nyaman dengannya, tidak ada rasa kasih sayang seorang ayah, teman dan keluarga. Mungkin usaha dan doaku belum di kabulkan oleh tuhan. Tapi apakah aku harus merasakan ini di sepanjang usiaku? aku harap tuhan bisa merubah Takdir dan Nasibku. Seperti anak kebanyaakan lainnya." Jika kebahagiaan menciptakan batas antara kasih dan keluarganya, apakah cinta dari seorang ayah mampu menepis batas itu? Cinta itu didapati kasih dari seorang gadis yang menjadi teman hidupnya. Namun ternyata, gadis itu adalah gadis yang hanya menjadi teman sedihnya. Kasih sudah menganggap dia seperti kakaknya. Akankah gadis itu selamanya tetap ada? apakah hanya sekedar khayalannya saja?
  • Gevilly by ayalolita_25
    ayalolita_25
    • WpView
      Reads 2
    • WpPart
      Parts 2
    Kosong, hampa, menyedihkan, dan sendirian. itulah kata-kata yang dapat menggambarkan kondisiku saat ini. Mamah yang udah berbeda alam dengan gue. Dan papah yang dulu gw banggain sekarang udah berbeda. Sering pulang larut dan ga memerhatiin gw. Kadang, gw merasa ga guna di dunia ini. Teman sekolah gw ga ada yang mau temenan ama gw. Ada pun itu kalau ada maunya aja. Inilah kisah gw. Gevilly Agelani Anandra.
  • EUREKA by Awaliaputri09
    Awaliaputri09
    • WpView
      Reads 153
    • WpPart
      Parts 6
    Cover by: Fajar Maulana Story by: Awalia Putri & Sandi Surya Febrian Mengungkapkan apa yang kita rasa seperti perasaan bahagia, marah, kecewa, dan jatuh cinta sangatlah penting bagaimanapun caranya. Ada yang berani mengatakan langsung demi membuat nyaman perasaannya, ada yang meneriakkan kekesalannya untuk mendapatkan perasaan lega, ada yang memilih curhat kepada sahabat untuk mendapatkan solusi, ada juga yang lebih merasa aman dan nyaman meluapkan perasaannya dengan tulisan. Ya... ada kalanya kamu perlu bersikap emosianal untuk bisa lebih jujur mengungkapkan perasaan. Pasalnya daripada terlalu lama memendam perasaan yang seharusnya tidak disimpan, itu bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dari sekian banyak cara, Sandi memilih untuk mengungkapkan perasaannya melalui kalimat yang ia rangkai menjadi sebuah teori. Aneh memang, karena kita takkan tau apa yang Sandi utarakan dalam teori tersebut, jika kita tidak bisa mencari maknanya. Lantas siapa yang mampu memecahkan teori Sandi? Apakah kamu? Yang akan menjadi orang pertama yang mengetahui isi hati Sandi sebenarnya? Jangan lupa masukkan ke perpustakaan kalian biar notifikasi update-nya muncul Jangan lupa juga di follow dulu ya😉
  • Abu-Abu by desadesy
    desadesy
    • WpView
      Reads 225
    • WpPart
      Parts 8
    diantara hitam dan putih tersimpan sisi yang lain, abu-abu.
  • Hampa by Valdo_Benedictus
    Valdo_Benedictus
    • WpView
      Reads 5
    • WpPart
      Parts 1
    Terombang-ambingkan Waktu menghempas Ditinggal pergi Menjauh seorang diri Bak desiran angin malam berlalu Diriku sekarang hampa tanpamu Entah apakah ini takdir? Takdir yang membuat ini semua Cahya mentari sinarna ditelan badai Sengatannya pun tak terasa sudah Diriku melayang-layang entah kemana Kemanapun dunia hampa membawaku Hampa membuatku mati rasa Hampa membuatku tak punya harapan Hampa hal yang membuatku gila Inilah diriku hampa tanpamu
  • HAMPA by rafiindistira
    rafiindistira
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 1
    Sebuah perjalanan menemukan makna. Yang berawal terasa tak berarti, menemukan pencarianya melewati sepi dan sunyi. Lalu menemukan suatu makna di kala merasa HAMPA
  • Kumpulan cerita tentang kepergian by khafafataaa
    khafafataaa
    • WpView
      Reads 38
    • WpPart
      Parts 1
    "Hi diriku... Dia pergi ya? Kepergiannya menyadarkanku arti keriduan dan kesetiaan. Dia lelah ya? Terhadap segala luka yang tak lelah membelenggu Atau dia cemburu? Kepada dunia yang bersekongkol hentikan langkahnya Banyak hal yang harus terlepas dan perlahan terhapus Tentu terbesit harapku menahan kepergiannya. Terbesit pula bibirku memintamu untuk tetap disini Namun nyatanya, aku kalah, aku lemah dan aku pengecut. Dan akhirnya aku kehilangan. Tentang kepergianmu, masih ku bungkus erat dalam kenangan"
  • Dekapan Terakhir (Very Slow Update) by Ansafa
    Ansafa
    • WpView
      Reads 109
    • WpPart
      Parts 2
    Dengan langkah tertatih aku berjalan pada jurang kesedihan. Semakin jauh semakin dalam rasa sedih yang kudapat. Senantiasa memecah keheningan malam dengan tangis kehampaan. Tak tentu arah kemana kaki membawaku pergi. Terlanjur sakit apa yang ku rasa. Tak sanggup lagi rasanya aku tuk bertahan. Semuanya karena takdir. Takdir tak berpihak kepadaku. Aku terbuang dari keluargaku sendiri.
  • Diselimuti resah dan rindu by fadheelfadly
    fadheelfadly
    • WpView
      Reads 353
    • WpPart
      Parts 6
    Disaat bibir tak mampu berkata-kata sementara ada rasa yang harus disampaikan. kusalurkan semua ke tangan dan jari ku yang kusam, kata demi kata, bait per-bait, hingga paragraf. hingga menjadi tulisan, yang bertuju untuk dirimu seorang.
  • Fragments of A lost Era by 2345angka
    2345angka
    • WpView
      Reads 15
    • WpPart
      Parts 2
    "Kalo gue lebih sabar dan lebih percaya sama lo kita sekarang kaya gimana ya?" Hening. Tak ada satu patah kata apapun yang keluar dari mulutkku. Sejujurnya akupun menanyakan hal yang sama. Tetapi jika dia sabar dan lebih percaya seperti apa yang dia bicarakan apakah ada happy ending antara kita?
  • Tetesan Embun by Amelianatsy
    Amelianatsy
    • WpView
      Reads 53
    • WpPart
      Parts 7
    "Menulis kata sembari mengungkapkan rasa yang terkumpul dalam hati."
  • DOKUMENTASI HATI by eris_chrystal
    eris_chrystal
    • WpView
      Reads 64
    • WpPart
      Parts 4
    Seuntai kata yang murni dari hati
  • Marinevayna Azalea by twentyonebirth
    twentyonebirth
    • WpView
      Reads 56
    • WpPart
      Parts 7
    seorang gadis umur 14 tahun yang mencoba menghadapi setiap konflik yang ia punya bersma Mama Okta Dan Mang Danan. Dan menghadapi kepergian sang Ayah yang entah pergi kemana. Akankah kebahagian menyelimuti Ayna seperti dulu?
  • Rumah Tanpa Arah by cahaya_putri_25058
    cahaya_putri_25058
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 1
    Ada tempat yang disebut rumah, namun tidak memiliki arah yang jelas. Dindingnya berdiri tegak, namun tidak menyiratkan perlindungan; jendelanya terbuka, namun tidak membiarkan cahaya masuk sepenuhnya. Di sini, setiap langkah terasa ragu, setiap percakapan terputus di tengah jalan, dan setiap harapan perlahan memudar seperti kabut yang hilang tertiup angin. Ruang-ruang di dalamnya dipenuhi oleh keheningan yang berat-bukan keheningan yang damai, melainkan keheningan yang penuh dengan hal-hal yang tak terucapkan. Kursi-kursi disusun rapi, seolah menunggu orang-orang yang takkan pernah datang. Perapiannya dingin, meskipun musim dingin sudah lama berlalu. Tidak ada tanda yang menunjuk ke mana harus pergi; tidak ada suara yang memberi petunjuk tentang ke mana hati seharusnya berlabuh. Ini adalah rumah di mana orang-orang tinggal bersama, namun merasa sendirian. Di mana hari-hari berlalu dalam pola yang berulang, tanpa tujuan, tanpa arah. Seseorang mungkin masuk dan keluar dari pintunya setiap hari, namun tidak pernah benar-benar merasa pulang. Karena rumah bukan hanya tentang bangunan atau atap di atas kepala-ini tentang rasa memiliki, tentang arah yang sama, tentang kehangatan yang menyatukan hati. Dan di sini, semuanya itu hilang, tertinggal di tempat yang tak diketahui, membuat tempat ini hanyalah bangunan kosong yang disebut rumah, namun tetap tanpa arah. Apa yang membuat sebuah tempat disebut rumah, dan kapan ia berubah menjadi tempat yang terasa tanpa arah? Mengapa bisa terjadi bahwa orang tinggal bersama di satu atap, namun merasa hidup dan hubungannya tidak memiliki tujuan yang jelas? Hal apa saja yang hilang dari sebuah rumah sehingga ia hanya menjadi bangunan kosong dan tidak lagi menjadi tempat untuk pulang?
  • Das Sein by cooretanaya_
    cooretanaya_
    • WpView
      Reads 149
    • WpPart
      Parts 2
    Orang-orang punya dua mata, tapi kebanyakan dari mereka melihat hanya dengan satu mata. Orang-orang punya logika berpikir. Tapi kadang-kadang, kebanyakan dari mereka menilai seseorang hanya dengan melihat tanpa berpikir dengan menggunakan logikanya. Orang-orang punya hati, tapi kebanyakan mereka sering nggak hati-hati mengenai perasaan orang lain. Sering kali kita buta dan juga tuli. Nggak melihat, tapi bertindak seakan-akan melihat. Nggak mendengar, tetapi berucap seakan-akan mendengar. Masyarakat harus tahu, bahwa apa yang mereka lihat dan dengar belum tentu benar. Karena hal yang senyatanya terjadi, sering kali di luar nalar kita.