Zaky200
English
What if Maruyama Aya experienced endless sadness when Hikawa Hina, her best friend who was in the same band with her, died? Can she endure the sadness and pain of losing Hina? Can she calm Hikawa Sayo, Hina's older sister?
WARNING!
This story contains sadness, self-harm or suicide. If you have a strong mentality, please read until the end of the story. But if not, resist feeling sad while reading this story. Don't fantasize about anything while reading this story, let alone misuse tissue paper.
This year, this story will have two versions, both English and Indonesian, so stay tuned!
Indonesian
Bagaimana jika Maruyama Aya mengalami kesedihan yang tak berujung atas kematian sahabatnya, Hikawa Hina, yang satu band dengannya? Akankah dia mampu menanggung rasa sakit dan kesedihan kehilangan Hina? Akankah dia mampu menghibur kakak perempuan Hina, Hikawa Sayo?
PERINGATAN!
Cerita ini mengandung penggambaran kesedihan, menyakiti diri sendiri, dan bunuh diri. Jika kamu memiliki kekuatan mental yang kuat, silahkan baca sampai akhir. Jika tidak, jangan merasa sedih saat membaca cerita ini. Jangan terlibat dalam fantasi apapun, seperti menyalahgunakan tisu, saat membaca cerita ini.