AlizarTanjung
"Bardog, Bar?"
Ran membalikkan badan dari atas kasur. Aku tidur di samping Ran. Aku sudah kehilangan Bardog dan Aku tidak mau kehilangan Ran. Hampir saja aku kehilangan Ran, sesaat sesudah Ran diserunduk babi hutan. Kalau Ran pergi, aku akan berteman dengan siapa.
Kini aku dan Ran tidur berhadap-hadapan. Aku menyentuh pipi Ran. Di luar hujan lebat. Ran dan aku berbalutan dengan selimut tebal warna merah bermotif bunga mawar dan lili.
"Ran, aku tidak mau kamu tinggalkan seperti Bardog meninggalkanku." Aku menjadi sedih mengingat Bardog. Air mataku mengalir. Dan Air Mata Ran ikut mengalir. Aku mengingat dengan baik detik-detik kepergian Bardog untuk selamanya. Da Ali memukul berulang kali tepat di tengkorak belakang kepala Bardog.