vitamienzeyy
Bagaimana jika yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan, melainkan ketidakjelasan yang ditinggalkannya?
Ada orang yang pergi dengan alasan. Ada pula yang pergi dengan kebencian. Namun ada kehilangan yang jauh lebih sulit diterima-ketika seseorang memilih pergi tanpa penjelasan, tanpa perpisahan yang utuh, seolah semua yang pernah terjadi tidak pernah berarti apa-apa.
"Kita Setelah Segalanya" adalah kumpulan refleksi, luka, dan kata-kata yang lahir dari hati yang pernah ditinggalkan begitu saja. Tentang seseorang yang masih memegang kenangan, sementara orang yang menciptakannya telah lama melangkah pergi. Tentang malam-malam yang dipenuhi pertanyaan, tentang harapan yang perlahan berubah menjadi penerimaan, dan tentang usaha untuk pulang kepada diri sendiri setelah kehilangan yang tidak pernah diberi penutup cerita.
Buku ini ditulis untuk mereka yang pernah menunggu jawaban yang tidak pernah datang. Untuk mereka yang pernah menjadi rumah bagi seseorang yang akhirnya memilih pergi. Dan untuk mereka yang sedang belajar bahwa tidak semua kehilangan membutuhkan penjelasan untuk bisa dilepaskan.
Karena terkadang, yang paling sulit bukan menerima bahwa seseorang telah pergi.
Melainkan menerima bahwa ia tidak akan pernah menjelaskan mengapa.