cokelattmanies
Sepuluh tahun pernikahan tidak membuat Anna merasa "pulang". Ia mencintai Afi, tapi tidak pernah bisa berdiri utuh di antara suara-suara yang selalu ikut mengatur rumah tangga mereka-terutama nenek Afi, yang tiap langkahnya seperti bayang-bayang panjang yang sulit dihindari. Ketika Anna akhirnya lelah mencoba memperbaiki sesuatu yang selalu retak di tempat yang sama, ia memilih pergi. Bukan karena menyerah, tapi karena ingin menyelamatkan dirinya-dan anak-anaknya.
Kini Anna menjalani hari-harinya sebagai single parent dengan ritme yang tak pernah tenang tapi selalu hangat. Abil, putra sulungnya yang hidup dengan diagnosis ASD membawa dunia kecil mereka ke arah yang tak pernah ia duga: penuh tantangan, penuh kesabaran, tapi juga penuh kejutan manis. Dan putri bungsunya, dengan cara yang sederhana, sering jadi alasan Anna tersenyum di tengah hari yang melelahkan.
Meski sudah berpisah, Anna dan Afi tetap terhubung oleh dua anak yang mereka cintai. Kadang mereka bisa berkomunikasi dengan damai, kadang hanya lewat pesan singkat yang tegang-tapi selalu ada usaha kecil untuk membuat semuanya bekerja, tanpa perlu kembali menjadi pasangan.
Cerita ini mengikuti perjalanan Anna menemukan keseimbangan baru: antara tangis dan tawa, antara kehilangan dan keberanian, antara masa lalu yang sempat menyakitkan dan kehidupan baru yang perlahan membaik.
Bukan kisah ibu sempurna. Bukan juga kisah perjuangan yang muluk.
Hanya kisah seorang perempuan yang belajar merawat dirinya sama kuatnya dengan ia merawat anak-anaknya-sambil terus percaya bahwa hidup, pada akhirnya, akan kembali lembut.