MANJIEWRO
Pada suatu pagi, seluruh umat manusia mendengar satu kata yang sama.
"Continue."
Tak seorang pun mengetahui dari mana suara itu berasal. Namun beberapa detik kemudian, langit mulai memperlihatkan luka-luka yang tak seharusnya ada, dan dunia perlahan kehilangan hukum yang selama ini menopangnya.
Di tengah kepanikan itu, Delilah Stuart-mahasiswi berusia sembilan belas tahun yang sedang menempuh kuliah di kota perantauan-melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun.
Di balik langit yang robek, terbentang sebuah semesta yang mustahil dijelaskan oleh bahasa manusia. Bukan hanya luasnya yang membuat tubuhnya gemetar, tetapi juga naluri purba yang berteriak bahwa semesta itu... sedang menatap balik ke arahnya.
Sejak hari itu, kenyataan mulai berubah. Kota-kota kehilangan bentuknya. Sebagian manusia menghilang, sementara sebagian lainnya berubah menjadi makhluk yang tak lagi dapat disebut manusia. Dunia menulis ulang dirinya sendiri, tanpa memedulikan siapa yang dikorbankan agar kisah dapat terus berlanjut.
Di tengah kekacauan tersebut, Delilah terus mendengar suara-suara asing yang memanggil satu gelar.
"The Unwritten."
Ia tak pernah mengenal nama itu.
Namun setiap kali suara tersebut bergema, muncul perasaan yang aneh-seolah ada sesuatu yang telah lama terlupakan sedang berusaha mengingatkannya pada sebuah kebenaran yang bahkan dunia sendiri telah melupakan.
Ketika manusia lain mempertaruhkan ingatan, emosi, dan kemanusiaannya demi memperoleh kekuatan untuk bertahan hidup, Delilah justru menyadari bahwa setiap ciptaannya perlahan mampu mengubah kenyataan.
Semakin dekat pada jawaban, semakin jelas bahwa kiamat bukanlah awal dari kehancuran, tetapi kelanjutan dari sebuah kisah yang telah dimulai jauh sebelum manusia mengenal waktu, bahasa, bahkan nama.
Dan di penghujung cerita itu, hanya tersisa satu pertanyaan.
Jika dunia hanya dapat diselamatkan dengan menghapus orang yang menuliskan akhirnya... akankah kisah itu tetap layak diselesaikan?