TamularutmalamEvange
Melipat kisah di dalam aku makin kehilangan arah kegelapan menghancurkan dirimu belum tentu terjadi sesuatu yang indah hanya memeluk bayangan , cemburu yang aku patah rindu pada musim rambutan merasa sakit mengenang sunyi bisu dan buta seperti alis keningmu ... masihkah kau ingat yang bisu dan buta menjadi saksi ketiadaan elektrik gelisah melankolik aku tanya kenapa malam ini untuk terangi wangi-wangi dalam kereta , kadangkala kau akan bersendiri rokok kretek menyengat kecanduan aku pergi ke rumah sialan mengajar hasil hidup memilikinya di komputer riba ... bukan alasan baik aku pergi ke kedai kamu sudah terbiasa kesendirian kesepian berarti mulai akrab sebagaimana berdua sahaja hanya itu yang mampu , kesendirian itu tentang obsesi dan kenangan yang memiliki tingkat semangat didalamnya terkandung berbagai macam hubungan akrab maka kesepian membuatku seperti tiada kesedihan ruang tenggelam ... maka itu sering membunuh jiwa aku yang perlu kau fahami betul-betul menyedari tenggelam dan hanyut dimana agaknya malam menghiasi rembulan , malam menghiasi rembulan lalu untuk apa aku masih berdiri disini hingga yang tulus tidak ingin lagi menunggu memadam segala kenangan senyum mengabarkan rindu ... aku juga nampak menunggu bertenu dirimu malam-malam kenangan terima kasih dakwahnya menjadi tenteram salah satu alasan yang kalau cuma tanpa lelucon menghibur bercanda , trik romantis sebagai gelojak dalam mimpiku adakah engkau selalu antara sedar dan tidak bayang-bayang rumput-rumputan mengalir menjelama langit gerimis gugur hati keheningan kegelapan sepanjang malam ... langit petang sore membawa mendung pada persoalan silap langkah titik kelam aku menidakkan mencari jawaban yang sepanjang sepi selama ini terasa masih bukan pengakhirannya bangun berdiri suara hati memahami mendengar lampu limpah stastiun gaib , kini aku mencongkak simpang jalan sepanjang sepi persoalan yang tak mungkin ada jawaban maka terpaksa teruskan engkau walau berkali tersungkur bukan pengakhirannya ...