nagawana
Perjalanan menaklukkan Puncak Mahameru menjadi titik balik bagi hidup Arga dan sahabat-sahabatnya: Dimas, Bayu, Ardi, dan Rina. Bagi mereka, mendaki gunung bukan sekadar menguji fisik, tetapi tentang ego, rasa, dan makna dari setiap pertemuan maupun perpisahan.
Di sepanjang pendakian, perasaan yang lama tersimpan mulai terungkap. Dimas mengajarkan keberanian menyatakan rasa, Ardi dan Rina belajar mencintai dalam diam karena perbedaan keyakinan, sementara Bayu menyaksikan keluarganya berubah menjadi lebih hangat. Di sisi lain, Arga akhirnya menyatakan cintanya kepada Kala di puncak Mahameru, momen yang kemudian tersebar luas di media sosial.
Sepulang dari gunung, kehidupan mereka perlahan berubah. Arga mendapat amanah mengelola toko alat gunung milik Kakek Wirya yang kemudian berkembang menjadi kedai bernama "Puncak Rindu", tempat berkumpul para pencinta alam.
Kini, di tengah impian, luka, dan rindu yang akhirnya menemukan tempat pulang, mereka memahami satu hal: tidak semua perjalanan tentang mencapai puncak, karena sebagian dari mereka hanya ingin menemukan rumah di hati seseorang.