oskara_noven
Surat itu datang lagi.
Selama bertahun-tahun, surat-surat itu selalu menemukannya.
Pada jam, hari, bahkan tempat yang sama. Seolah surat itu sengaja menunggunya di sana.
Anon menemukannya pertama kali secara tak sengaja di dalam gerbong kereta.
Tak ada seorang pun yang merasa kehilangan. Tak ada juga yang mengaku sebagai pengirim ataupun pemilik
"Maaf, tapi itu bukan surat milikku" kata mereka
Awalnya, Anon hanya menganggap itu sebagai kejahilan semata.
Sampai sebuah surat tiba di tangannya, ia mengabaikan kalimat yang tertulis di sana, sebelum rasa bersalah menyelimuti hati dan pikirannya
Sejak itu, Anon selalu memperhatikan setiap surat dan menyimpannya di sebuah kotak bak harta berharga.
Namun semakin banyak surat yang ia kumpulkan, semakin sulit membedakan mana kenyataan dan mana hayalan
Hingga satu surat membawanya kembali ke atap sekolah lamanya.
'untuk apa?'
Entahlah. Mungkin di sana, ada jawaban dari segala pertanyaan dan alasan mengapa hidupnya selalu digentayangi oleh surat-surat anonim.
Atau justru... Ada sesuatu yang selama ini telah ia coba lupakan.