AnamCara_id
Bagaimana jika manusia dinilai berbahaya hanya karena sesuatu yang tidak pernah mereka pilih?
.
Serangkaian pembunuhan terjadi dengan pola yang tidak masuk akal. Profiler psikologis, Tian Varell, dan kapten investigasi, Rayan Darvin, dipertemukan kembali dalam sebuah tim khusus untuk menyelidiki kasus yang membawa mereka pada satu penemuan: Sigma Variant-varian genetik yang dipercaya masyarakat sebagai tanda lahirnya seorang kriminal.
Namun Tian tahu, manusia tidak sesederhana susunan genetiknya.
Di tengah penyelidikan yang semakin berbahaya, Rayan menjadi satu-satunya orang yang mampu membuat Tian berhenti ketika pikirannya mulai menuntunnya terlalu jauh. Sementara Tian adalah satu-satunya orang yang mampu melihat luka di balik keteguhan Rayan.
.
Para terduga pelaku tewas bunuh diri setelah melakukan tindakan brutal yang seolah dilakukan tanpa kesadaran diri. Seperti saklar yang otomatis menyala, lalu memaksa mereka tutup mulut untuk selamanya.
Tian dan Rayan mulai menyadari bahwa seseorang sedang memainkan kesadaran manusia, mendorong mereka menuju satu titik, ketika empati tidak lagi tersisa. Terlebih, para terduga pelaku tersebut merupakan Sigma Carrier, menjadi celah bagi masyarakat untuk memberi label bahwa mereka dengan genetika tersebut adalah orang-orang yang berbahaya.
Ketika ketakutan berubah menjadi kebencian, dan kebencian berubah menjadi pembenaran untuk persekusi, Tian dan Rayan harus menghadapi pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar siapa dalang di balik pembunuhan itu:
Jika dunia sudah memutuskan bahwa seseorang adalah monster, masihkah mereka memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa diri mereka adalah manusia?