bapakxboty3
Sore itu, langit Jakarta di luar jendela kaca tampak kelabu, menyisakan sisa-sisa rintik hujan yang membuat udara terasa lembap dan dingin. Di dalam sebuah rumah minimalis berlantai dua di kawasan perumahan pinggir kota, suasana justru terasa begitu sunyi, hampir terlampau senyap untuk ukuran sebuah rumah yang dihuni oleh tiga orang manusia.
Aldo, seorang pemuda berusia 20 tahun yang tengah berada di ambang masa-masa awal kuliahnya, melangkah pelan menuruni anak tangga kayu sambil membawa keranjang berisi pakaian kering yang baru saja ia angkat dari jemuran. Tubuhnya yang mungil-tingginya hanya sekitar 165 sentimeter dengan tulang yang kecil, kulit putih bersih, dan gerak-gerik yang lincah-membuat setiap langkahnya nyaris tidak menimbulkan suara. Di balik penampilannya yang santai mengenakan kaus oblong putih polos dan celana pendek longgar, tersimpan sebuah rahasia besar yang tidak seorang pun di rumah itu ketahui: Aldo adalah seorang pemuda berorientasi bot yang sejak beberapa bulan terakhir memendam ketertarikan tersembunyi, yang kian lama kian berbahaya, pada kakak iparnya sendiri.
Satrio, pria berusia 34 tahun yang kini berstatus sebagai duda anak satu, adalah kakak ipar Aldo. Lebih tepatnya, Satrio adalah suami dari kakak kandung Aldo yang telah meninggal dunia akibat kecelakaan tragis lalu lintas sekitar sembilan bulan yang lalu. Kehilangan sang kakak sempat menghantam keluarga mereka dengan hebat, terutama Satrio yang harus mendadak menjadi orang tua tunggal bagi anak laki-laki mereka yang berusia empat tahun, Farel.