TK-Okviandi
Cerita yang membuka tirai kehidupan di garis depan situasi darurat Jakarta, tempat Detektif Rangga Setyawan, sang "Si Elang" yang cerdas namun arogan, terlempar ke Polsek Sektor Gajah Mada. Di sana, ia terpaksa berhadapan dan bekerja sama dengan dua pahlawan garda terdepan lainnya: Rendra Suratmadja, Komandan Damkar Posko Pelita Raya yang disiplin, tangguh, dan terkekang oleh trauma api di masa lalu; serta Luna Humaira, Paramedis senior yang menjadi penyeimbang emosional tim, mampu melihat petunjuk kejahatan di balik luka-luka korban.
Kolaborasi ketiga profesional ini dimulai dengan gesekan ego yang intens. Rangga yang hanya fokus pada bukti sering mengganggu Rendra yang mengutamakan evakuasi di tengah kobaran api. Namun, mereka dipaksa menyatukan metode mereka-logika tajam Si Elang, keberanian Rendra, dan kepekaan Luna, untuk memecahkan serangkaian kasus yang menguji batas kota. Dari kecelakaan fatal di jalan layang yang ternyata adalah sabotase bengkel gelap, hingga serangkaian kebakaran teror di permukiman padat yang didalangi oleh premanisme tanah.
Saat tim ini semakin solid, tantangan pun meningkat. Rangga harus berjuang melawan ayahnya sendiri, seorang Jaksa terkemuka, yang menekannya untuk menutup kasus yang melibatkan kepentingan elit, memaksa Rangga memilih antara loyalitas keluarga atau keadilan. Di tengah konflik personal ini, mereka harus menghadapi musuh terberat: Ario Kusuma, pengusaha properti yang kejam. Ario membangun imperiumnya di atas pelanggaran standar keselamatan dan pembunuhan terselubung.
Ketika Trio Garda mulai mengendus jejak kejahatan Ario, pengusaha tersebut menyerang balik, mensabotase fasilitas Polsek dan Damkar, menandakan perang terbuka. Konflik memuncak menjadi bencana skala besar yang disulut oleh Ario: kebakaran masif di sebuah mall ikonik dekat Bundaran HI.
Di tengah kepanikan dan api yang mengamuk, Rendra membuat keputusan heroik yang mempertaruhkan nyawanya sendiri demi mengisolasi api. Luna menjadi jangkar di lokasi bencan