_blueeeeeee
Ditolak 17 kali? Seharusnya hal itu cukup untuk membuat seseorang tau diri dan merasa tidak diinginkan. Tapi bagi gadis mungil bernama "Aletta" yang terjadi justru sebaliknya. Otak kecilnya berfikir, Kenzo tidak pernah benar-benar menolaknya. Karena setiap kata "nggak", "fokus belajar dulu", atau "jangan berisik" yang keluar dari mulut cowok itu selalu dibarengi dengan tindakan yang kontradiktif.
Kenzo menolaknya, tapi Kenzo yang selalu memastikan Ale tidak pulang kehujanan. Kenzo menolaknya, tapi Kenzo yang diam-diam menancapkan sedotan ke gelas es tehnya saat tangan Ale sibuk dengan siomay. Kenzo menolaknya dengan mulut, tapi matanya berteriak meminta Ale untuk jangan pernah pergi. Kenzo hanyalah pria kesepian yang sedang menunggu seseorang untuk cukup berani memeluk durinya tanpa takut terluka.
"Kenzo" adalah pria yang hidup dengan penuh perhitungan. Baginya, penolakan seperti benteng pertahanan yang ia bangun dengan susah payah. Ia adalah sosok jenius Fisika yang tahu bahwa hukum aksi-reaksi itu nyata: semakin besar cinta yang Ale berikan, semakin besar luka yang akan Ale terima ketika suatu saat ia memutuskan untuk berhenti.
Bukan karena ia tidak cinta, justru karena ia terlalu mencintai Ale hingga tak sanggup membiarkan gadis "stroberi" itu terikat pada pria yang masa depannya hanya sebatas ketakutan akan kematian.