hyunified
Di bawah gemerlap Menara Eiffel yang tersohor, Paris kerap dijuluki sebagai tempat terbaik untuk jatuh cinta. Namun bagi Naufal Baskara dan Daryan Wicaksana, kota ini awalnya tak lebih dari tempat pelarian dari penatnya hidup.
Naufal Baskara, seorang pelukis bebas asal Jakarta yang sedang kehilangan arah dan inspirasi, memutuskan melarikan diri ke Eropa untuk mencari kembali warna dalam hidupnya. Di sisi lain, Daryan Wicaksana mahasiswa akhir dari universitas terkemuka di Surabaya bertekad menenangkan pikirannya dari renggangan skripsi dan ekspektasi masa depan yang menghimpit.
Takdir mempertemukan mereka secara konyol di sebuah peron stasiun pinggiran Paris. Terjebak dalam kebingungan akibat jalurnya kereta yang kacau dan minimnya kemampuan bahasa Prancis, dua pria asing asal Indonesia ini akhirnya saling menggantungkan nasib. Pertemuan tak sengaja di atas rel kereta api itu menjadi awal dari perjalanan yang mengubah hidup keduanya. Dari menyusuri gang-gang kecil Le Marais, menikmati secangkir kopi dingin di tepi Sungai Seine, hingga mengejar kereta terakhir menuju Montmartre, Naufal dan Daryan saling membagi cerita yang belum pernah mereka bisikkan pada siapa pun.
Akankah kehangatan yang mereka temukan di tengah dinginnya Paris bertahan saat fakta memperingatkan bahwa perjalanan ini memiliki batas waktu?