senjakalaitu77
"Kamu itu adik tingkatku."
"Aku tahu."
Seharusnya sesederhana itu.
Raka hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai kakak pendamping saat ospek.
Nara hanya menganggap Raka sebagai senior yang baik.
Namun semakin sering mereka bertemu, semakin sulit membedakan mana perhatian dan mana perasaan.
Di saat mereka mulai saling menyadari isi hati, sebuah batas tak terlihat terus berdiri di antara mereka.
Karena tidak semua rasa harus memiliki nama.
Tidak semua yang saling mencintai bisa menjadi sepasang kekasih.
Lalu, sampai kapan mereka akan bertahan sebagai "kakak" dan "adik"... sementara hati mereka terus meminta lebih?