BerBinar03
Morine menyembunyikan wajahnya di balik sketcbook. Lewat celah buku, matanya melirik pada sosok lelaki yang duduk tepat di seberangnya.
Dug. Dug. Dug. Dug.
Detak jantungnya mulai tak terkendali. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Morine menyesap Matcha Latte-nya, berharap minuman itu bisa menenangkan huru-hara di dadanya.
"Tolong, sekali saja, lihat ke sini." bisiknya dalam hati, merapalkan kalimat itu layaknya sebuah mantra.
Dan saat lelaki itu benar-benar menoleh, untuk pertama kalinya selama 18 tahun Morine hidup, baru kali ini dia merasakan ada kembang api yang meledak di perutnya.