brambooks
Satu pesan suara. Empat menit dua puluh tiga detik. Dikirim ke tempat yang salah, didengar oleh empat orang yang tidak seharusnya tahu.
Hari pertama Nara Safitri di Divisi Strategic Finance seharusnya sempurna. Senyum sudah dilatih sampai sudut yang pas. Presentasi sudah disiapkan tiga versi. Satu-satunya yang tidak masuk rencana: bosnya, Reza Wardhana - pria yang menjawab tepat, tidak pernah tersenyum, dan menurut rumor kantor, tidak punya ekspresi sejak 2021.
Ia menjalani hari itu dengan sempurna, di atas kertas. Tapi begitu pintu apartemennya tertutup malam itu, topeng profesional itu lepas. Ia menekan tombol rekam, mengeluarkan semua yang tidak berani ia katakan seharian, termasuk teori bahwa bosnya mungkin hasil cetak 3D.
Lalu, di tengah kalimat, suara kucing tetangga melengking keras.
Nara kaget. Menekan kirim tanpa sempat memeriksa ke mana pesan itu pergi.
Empat menit dua puluh tiga detik kejujuran paling telanjang dalam hidupnya baru saja mendarat di tempat yang salah, di grup WhatsApp divisi.
Reza mendengarnya. Lalu menghapusnya, sebelum siapa pun sempat bereaksi.
Yang Nara tidak tahu: bos yang katanya tidak punya ekspresi itu baru saja mendengarkan suaranya tujuh kali berturut-turut, sendirian, di ruangan kaca lantai 12.
✦ COCOK UNTUKMU KALAU... ✦
☑ Kamu suka slow burn kantoran dengan tension yang dibangun diam-diam
☑ Kamu suka trope bos dingin yang memperhatikan lewat tindakan, bukan kata-kata
☑ Kamu suka insiden salah kirim jadi pemicu utama cerita, bukan sekadar bumbu
☑ Kamu suka menebak perasaan karakter dari detail kecil, bukan dijelaskan gamblang
Office Romance · Slow Burn · Boss x Employee
35 bab · Update (diupayakan) setiap hari, 6 hari seminggu
Satu kesalahan kecil. Satu hati yang diam-diam sudah lama memperhatikan.