TK-Okviandi
Kisah dimulai pada tahun 2019, saat Lusiana, seorang siswi SMA Cendana yang cerdas, memilih kasus pembunuhan yang menggemparkan lima tahun silam sebagai Proyek Akhir Sekolah (PAS): Kasus Satya Wiratama, yang dituduh membunuh pacarnya, Andini Puspita, sebelum bunuh diri.
Lusiana, dibantu oleh Kemal (adik Satya), perlahan mengungkap bahwa Satya dijebak. Melalui bukti digital, mereka menemukan adanya pemerasan oleh Bapak Dwiputra (Ayah Andini) terkait penyelundupan.
Investigasi ini mencapai puncaknya ketika Lusiana menemukan rahasia tragis: Andini sedang hamil. Dwiputra membunuh putrinya sendiri untuk menutupi skandal, lalu menyuruh eksekutornya, Bambang Setiawan, menjebak serta membunuh Satya.
Lusiana berhasil menjebak Bambang untuk mengaku, membersihkan nama Satya, dan membuat Dwiputra serta Bambang ditangkap. Lusiana lulus SMA pada pertengahan tahun 2020, namun ia membawa beban trauma dan ketenaran yang tidak diinginkan.
Beberapa bulan setelah kelulusan, setelah lolos dari kasus pembunuhan, Lusiana justru menjadi salah satu dari sedikit penyintas dalam kecelakaan pesawat tragis Bali Airlines BA1310 pada Oktober 2020, yang ia alami setelah menghadiri grand opening restoran "Blue Sapphire".
Delapan bulan kemudian (Juni 2021), saat Lusiana berusaha memulihkan diri, ia dipaksa kembali beraksi ketika Nico (teman Kemal di Surabaya) menghilang. Lusiana menyadari hilangnya Nico terhubung dengan kode samar yang menyebutkan "Safir Biru dan Semeru". Menggunakan podcast investigasi publiknya sebagai perisai, Lusiana mengungkap bahwa hilangnya Nico terkait dengan sebuah konspirasi yang dibuat oleh kelompok penyintas kecelakaan BA1310 untuk menyembunyikan bukti bahwa kecelakaan itu mungkin bukan murni kecelakaan.
Akhirnya, setelah kasus hilangnya Nico terselesaikan, kebenaran yang diungkap Lusiana melalui podcast-nya menarik perhatian yang sangat berbahaya. Meskipun berhasil mengungkap konspirasi di balik kecelakaan pesawat BA1310, keberanian Lusiana mengundang kebencian